Tinju kembali di guncang ke ruwetan birokrasi sabuk juara dunia, kali ini terkait pertarungan besar di kelas cruiserweight antara Gilberto Zurdo Ramirez dan David Benavidez yang di jadwalkan berlangsung pada 2 Mei mendatang di Las Vegas.
Pertarungan yang seharus nya adu kekuatan dan strategi di ring ini justru terseret ke arena politik sabuk, saat WBO dan WBA menyatakan penolakan resmi terhadap sabuk spesial WBC yang di umumkan untuk pertarungan ini.
Kisah nya bermula ketika WBC yang berbasis di Meksiko mengundang kedua petinju Ramirez dan Benavidez.
Baca juga:
Tujuan nya untuk seremoni peluncuran sabuk baru bertajuk Tollan Tlatequi yang di klaim akan di berikan kepada pemenang duel Cinco de Mayo nanti.
Ide awal nya tampak simbolis sebuah sabuk perayaan yang memperingati hari besar Meksiko, tapi kenyataan nya sabuk ini langsung mengubah pertarungan menjadi ajang perebutan gelar yang di akui WBC memicu ketegangan di antara badan sanksi tinju lain.
WBO dan WBA yang juga menaruh kepentingan di sabuk yang di perebutkan langsung bereaksi.
Kedua badan itu menegaskan jika sabuk spesial WBC di pertaruhkan mereka tidak akan memberikan pengakuan terhadap juara pemenang pertarungan.
Alhasil siapapun yang menang di ring secara resmi tidak mendapatkan sabuk WBO maupun WBA.
Keputusan ini tentu mengganggu rencana promotor dan mengaburkan peta perebutan gelar dunia yang selama ini cukup jelas di benak para penggemar.
Baca juga:
WBO President Gustavo Olivieri dan WBA President Gilberto Mendoza sudah melakukan pembicaraan intensif terkait hal ini, mereka di kabarkan akan mengirimkan surat resmi pada pihak promotor Oscar De La Hoya dan Eric Gomez dari Golden Boy Promotions serta Tom Brown dan Luis DeCubas Jr dari Premier Boxing Champions untuk menegaskan ke tidaksetujuan mereka.
Yang membuat situasi makin rumit posisi geografis dan identitas kedua petinju, Ramirez berasal dari Mazatlan Sinaloa Meksiko.
Sedangkan Benavidez adalah Meksiko Amerika yang lahir di Phoenix Arizona.
Baca juga:
Promotor pun memanfaatkan ini untuk memasarkan pertarungan sebagai duel semua Meksiko yang di adakan bertepatan dengan Cinco de Mayo.
Namun di balik gemerlap promosi itu perseteruan antar badan sanksi semakin memperumit status resmi pertarungan.
Drama sabuk ini sebenar nya bukan pertama kali terjadi, beberapa minggu sebelum nya WBC pernah mencabut sabuk nya dari Shakur Stevenson juara kelas ringan karena Stevenson bertarung untuk sabuk WBO 140 lbs tanpa membayar biaya sanksi yang di minta WBC.
Baca juga:
Kasus itu membuat banyak pihak mulai menyoroti praktik birokrasi di dunia tinju yang kadang lebih rumit dari teknik bertinju di dalam ring.
Tidak berhenti di situ IBF juga baru baru ini menolak memberikan sanksi untuk pertahanan gelar Jai Opetaia di Las Vegas karena ada nya sabuk baru dari Zuffa Boxing.
Ketegangan antar organisasi ini menunjukkan betapa perebutan gelar dunia kini bukan hanya soal kemampuan petinju tapi juga di plomasi dan strategi politik antar badan sanksi.
Baca juga:
Opetaia sendiri kini berada dalam posisi yang rentan, apakah dia akan di copot gelar nya masih menjadi pertimbangan IBF.
Situasi ini menghadirkan di lema, pertarungan Ramirez vs Benavidez tetap menjadi tontonan yang di tunggu karena kedua petinju memiliki catatan impresif dan gaya bertarung liar yang bisa memicu KO kapan saja.
Ramirez di kenal dengan pukulan telak dan kemampuan teknis, sementara Benavidez adalah powerhouse yang mampu mendominasi lawan dari awal ronde.
Baca juga:
Namun status sabuk yang di perebutkan menjadi kabur, pemenang bisa saja mendapatkan pengakuan WBC tetapi gagal meraih sabuk WBO dan WBA.
Sepintas bagi penggemar mungkin berfikir ini soal pertarungan di ring tapi fakta nya badan sanksi kadang menentukan siapa yang sah di sebut juara dunia.
Ini membuat kemenangan di ring tidak selalu sama dengan status resmi, tentu ini sulit di terima oleh banyak pecinta tinju tradisional.
Baca juga:
Pengamatan saya situasi seperti ini bisa menjadi pelajaran penting bagi petinju muda, jangan hanya mengandalkan kemampuan fisik dan teknik bertinju.
Pemahaman tentang aturan badan sanksi, strategi promosi dan manajemen karir harus berjalan bersamaan, petinju yang hanya fokus pada KO lawan tapi tidak memperhatikan status resmi gelar beresiko kehilangan legitimasi bahkan saat menang di ring.
Meski bikin bingung tapi lumayan meningkatkan tensi sebelum pertarungan, penonton akan lebih penasaran, media lebih ramai memberitakan dan semua perhatian tertuju pada Ramirez vs Benavidez.
Baca juga:
Dengan kata lain meski WBO dan WBA menolak sabuk WBC kontroversi ini bisa menjadi keuntungan promosi yang tak terduga.
Jika kita meninjau pertarungan dari segi teknis, Ramirez punya peluang lebih tinggi di ronde awal karena kecepatan nya dalam mengatur serangan.
Benavidez dengan power lebih efektif saat menekan lawan di tengah dan akhir ronde, duel ini bisa berakhir dengan KO tetapi jika sampai ke skor status sabuk yang ambigu membuat semakin dramatis karena siapa pun yang menang tidak otomatis menguasai semua sabuk yang di perebutkan.
Selain itu sejarah pun hadir di setiap pertarungan ini, ramirez membawa nama besar Meksiko, Benavidez membawa kebanggaan Meksiko Amerika.
Dengan latar belakang yang penuh drama birokrasi ini, pertarungan 2 Mei tidak hanya duel fisik tetapi perang diplomasi sabuk yang belum pernah terjadi sebelum nya.
Kita akan mencatat bukan hanya siapa yang KO lawan tapi juga bagaimana kemenangan itu di akui secara resmi.
Penonton, pengamat dan promotor akan menahan menunggu pengumuman resmi, sementara ring menjadi panggung utama di tengah semua ketidakpastian ini.
#Benavidez #Ramirez









