Negosiasi duel wajib antara Dmitry Bivol dan Michael Eifert kembali menemui jalan berliku. Proses purse bid yang seharus nya menjadi solusi terakhir ketika dua kubu tak mencapai kata sepakat lagi lagi di tunda.
Di balik administratif tersebut ada pertarungan besar yang menunggu, Bivol sang raja kelas berat ringan menghadapi situasi yang jauh dari ideal. Sementara Eifert penantang yang lama terpinggirkan melihat ini sebagai peluang emas yang mungkin tak datang dua kali.
Bivol saat ini berstatus juara lineal sekaligus pemegang sabuk WBA, IBF, dan WBO kelas 175 pon.
Baca juga:
Status itu dia peroleh setelah mengalahkan Artur Beterbiev dalam laga rematch dramatis pada Februari 2025. Kemenangan tersebut bukan hanya membalaskan kekalahan sebelum nya tetapi juga mengukuhkan nama nya sebagai petinju terbaik di divisi light heavyweight.
Namun sejak kemenangan itu Bivol belum kembali naik ring.
Waktu terus berjalan penundaan demi penundaan membuat aktivitas nya terhenti. satu tahun tanpa bertarung bisa menjadi faktor krusial karena insting bertarung tak selalu bisa di jaga hanya lewat latihan.
Baca juga:
Masalah nya Bivol kini tak punya banyak opsi. Kesempatan unifikasi praktis tertutup karena David Benavidez justru naik kelas dan di jadwalkan menghadapi Gilberto Ramirez pada 2 Mei di T-Mobile Arena.
Arti nya kartu laga besar untuk menunda mandatory IBF tak lagi tersedia.
Jika negosiasi gagal purse bid akan menentukan siapa promotor yang memegang kendali itu berarti dia kehilangan fleksibilitas dalam mengatur lokasi, tanggal, hingga distribusi pendapatan.
Baca juga:
Di sisi lain Michael Eifert bukan nama yang ramai di bicarakan publik global, r ekornya solid namun bukan tipe petinju dengan daya jual internasional tinggi.
Meski begitu dia bukan penantang sembarangan. sejak kemenangan mengejutkan atas mantan juara dunia Jean Pascal pada 2023 Eifert telah memegang posisi teratas ranking IBF, tapi malah menjadi korban politik rotasi badan tinju.
Saat IBF seharus nya mendapat giliran mandatory WBC tiba tiba memerintahkan duel berbeda.
Baca juga:
Kekacauan tersebut membuat karir Eifert terhenti, dalam hampir dua tahun dia hanya bertarung sekali.
Duel Eifert vs Bivol ini adalah kesempatan untuk pembuktian, jka gagal sekarang mungkin tak ada lagi kesempatan kedua.
Analisis Peluang, Siapa Lebih Di untungkan?
1. Keunggulan Dmitry Bivol.
Di sini Bivol jelas berada di atas eifert, dia memiliki footwork elite dan pertahanan yang sangat disiplin, dia jarang terpancing emosi dan hampir selalu bertarung sesuai game plan.
Dalam duel melawan Beterbiev sia menunjukkan bahwa mampu menyesuaikan diri bahkan terhadap tekanan fisik dari lawan nya.
Pengalaman di laga unifikasi dan tekanan panggung besar, IQ tinju sangat tinggi, Disiplin defensif, Konsistensi sepanjang 12 ronde.
Jika bertarung dalam kondisi terbaik, Bivol kemungkinan besar akan mendominasi lewat poin.
2. Peluang Michael Eifert.
Eifert memiliki gaya yang cukup awkward dan berani mengambil resiko, dia bukan petinju teknis sebersih Bivol tetapi memiliki daya tahan cukup kuat.
Faktor yang bisa menguntungkan Eifert adalah bivol lama tidak bertarung, tekanan mental mempertahankan banyak sabuk, potensi underestimation.
Jika Eifert mampu memaksakan tempo fisik, memotong ring jarak dekat secara konsisten dia bisa membuat laga menjadi lebih kompetitif dari yang di prediksi banyak orang.
Faktor Kunci Pertarungan.
Aktivitas Terakhir.
Bivol belum bertarung hampir satu tahun Ring rust bisa menjadi isu nyata. bagi Bivol ini mandatory yang harus di lewati.
Bagi Eifert ini laga hidup mati karir, perbedaan motivasi sering kali menentukan intensitas.
Semakin banyak gelar semakin besar beban psikologis, Bivol tak lagi hanya mempertahankan satu sabuk dia menjaga reputasi sebagai raja divisi.
Menurut penulis Bivol adalah favorit jelas, saya memprediksi dia menang angka mutlak jika tampil normal namun dari sisi karir ini laga dengan rasio resiko imbalan yang tidak ideal.
Inilah di lema juara besar menghadapi mandatory challenger yang tak punya nama besar tapi punya semua nya untuk di menangkan.
Bivol seharus nya tetap aktif minimal dua kali setahun setelah menjadi undisputed. Momentum adalah segala nya dalam olahraga ini, terlalu lama absen memberi ruang bagi spekulasi dan tekanan administratif.
Eifert sendiri datang tanpa beban ini sangat berbahaya.
Prediksi Akhir dari penulis.
Jika laga ini terjadi dalam beberapa bulan ke depan saya melihat dua kemungkinan.
Bivol menang angka dominan (75%)
Bivol menang TKO akhir ronde 9-12 (15%)
Upset Eifert (10%)
Persentase itu memperlihatkan perbedaan kelas namun juga menghormati faktor kejutan yang selalu ada di tinju.
bagaimana menurut kalian?? siapa kira kira yang akan menang?
#Bivol #Eifert










Pingback: Evander Holyfield vs Oleksandr Usyk,Siapa Raja Sejati?