Christian mbilli kini menyandang status juara dunia WBC kelas super middleweight, dia tidak tertarik menghabiskan waktu nya menjelaskan bagaimana sabuk itu mendarat di pinggang nya.
Dia paham anggapan orang sudah terlanjur terbentuk, ada yang bilang dia tidak memenangkan nya di ring, ada yang menganggap status nya sementara, bahkan ada yang melihat nya hanya sebagai pengisi kekosongan.
Mbilli memilih jalur menyerang langsung ke sumber legitimasi tertinggi di divisi in i nama nya Canelo Alvarez.
Baca juga:
Tidak ada euforia atau selebrasi berlebihan dari Mbilli saat status juara penuh WBC resmi di sematkan kepada nya, Reaksi nya justru hampir datar seolah dia sadar bahwa sabuk ini belum menyelesaikan apa pun.
Gelar ini bukan akhir perjalanan bagi mbilli tapi awal dari pertanyaan yang mengelilinga nya, apakah dia benar-benar yang terbaik di divisi super middleweight??
Hasil imbang melawan Lester Martinez di undercard Canelo pada September lalu masih membekas di benak banyak pengamat. Laga itu tidak memberi nya momen penobatan yang ideal, namun Mbilli menolak bahwa hasil tersebut meruntuhkan kelayakan nya, dia melihat karir nya sebagai keseluruhan bukan satu malam saja.
Hampir sembilan tahun sebagai petinju profesional. 30 pertarungan belum terkalahkan itu bukan angka kosong. Itu adalah konsistensi, disiplin dan ketahanan, tiga hal ini yang sering lepas dari pengamat ketika gelar tidak di rebut lewat KO dramatis.
Masalah terbesar Mbilli saat ini bukan kemampuan, bukan rekor, bahkan bukan gelar. Masalah nya adalah persepsi.
Di mata publik, juara sejati di kelas super middleweight masih satu orang. Sabuk boleh berpindah, badan tinju boleh berganti kebijakan, tapi Canelo Alvarez tetap menjadi tolak ukur.
Selama Canelo belum di kalahkan atau di singkirkan secara meyakinkan, semua juara lain akan selalu berdiri satu tingkat di bawah bayangan nya.
Mbilli memahami ini, di pun tidak akan menghindar, justru akan menghadapi nya langsung.
Dia tidak berbicara soal uang terbesar, tidak membingkai duel ini sebagai pertarungan bisnis dan tidak bersembunyi di balik alasan waktu. Yang dia tekankan adalah pembuktian murni di ring.
Dengan mundur nya Terence Crawford dari panggung besar, peta wajah utama tinju kembali mengerucut, di kelas super middleweight Canelo sekali lagi berdiri sendirian di puncak.
Bagi Mbilli, ini bukan soal popularitas, melainkan soal hierarki. Jika dia ingin di kenal sebagai juara sejati tidak ada jalan memutar.
Tidak cukup unifikasi diam diam atau mengalahkan penantang menengah, dia harus menyentuh pusat kekuasaan divisi ini dan itu berarti Canelo.
Pernyataan Mbilli seperti tantangan terbuka tapi tanpa teriakan inilah yang membuat nya berbahaya.
Mbilli memang masih membuka pintu untuk laga unifikasi termasuk potensi duel dengan Hamzah Sheeraz jika sang petinju Inggris merebut gelar WBO.
Secara karir, itu langkah bagus, unifikasi memberi pengakuan bertahap, aman dan minim resiko politik.
Namun di sinilah di lema Mbilli, terlalu lama menempuh jalur aman justru bisa memperkuat stigma, juara yang hebat tapi bukan yang utama, sejarah hanya mengingat mereka yang berani mengambil resiko terbesar apapun hasil akhir nya.
Pertanyaan pribadi penulis… apakah Canelo melihat Mbilli sebagai resiko yang sepadan dengan imbalan nya?? belum tahu,, mungkin saja dia menghindar mencari lawan lain.
Bila di lihat dari sudut pandang Canelo, Mbilli ini adalah petinju berbahaya dengan keuntungan minim secara komersial.
Dia belum menjadi nama global dan belum memiliki basis yang fanatik. sebetul nya inilah yang membuat laga ini sensitif. Kekalahan dari Mbilli akan lebih menyakitkan di banding kalah dari nama besar lain.
Menurut saya sikap Mbilli ini adalah obsesi nya bahwa tidak ingin ada catatan kaki dalam sejarah nya.
Dia tidak ingin di kenang sebagai juara yang naik karena keadaan tapi ingin di kenang sebagai juara yang memilih ujian tersulit.
Jalan itu hanya terjadi jika melawan canelo pasti nya.
Di era ketika banyak petinju berbicara soal legacy tapi menghindari resiko, jawaban sejati hanya datang dengan satu cara yaitu di atas ring.
#Christianmbilli #Caneloalvarez #WBC










Pingback: Face Off Garcia vs Barrios: Adu Mental, Klaim dan Relevansi