Madison Square Garden penuh dengan penonton, Shakur stevenson vs Teofimo Lopez perang memanjakan para penikmat tinju di seluruh dunia lewat kemampuan mereka masing masing.
Lopez datang membawa gelar WBO dan the ring, bintang pay per view, pria yang selalu percaya untuk menundukkan siapa pun, sedangkan Shakur Stevenson petinju yang sering di tuduh terlalu aman bahkan membosankan, tapi 12 ronde kemudian tuduhan itu seperti ketinggalan zaman.
Sejak ronde pertama Stevenson langsung menetapkan aturan main, Jab nya bukan hanya pembuka namun seperti pagar listrik.
Lopez beberapa kali mencoba masuk tapi setiap langkah nya selalu di hadiahi dengan sentuhan kiri kadang ringan juga tajam tapi selalu tepat waktu, Stevenson tidak banyak bergerak liar dan tidak membuang energi dengan footwork berlebihan hanya berdiri cukup dekat untuk memancing dan jauh untuk menghindar.
Lopez membaca pergerakan nya tapi ritme itu berubah ubah, kadang Stevenson mempercepat lalu berhenti sejenak membuat lawan ragu maju atau tunggu.
Dia mengincar tubuh berharap bisa memperlambat Stevenson, hanya setiap kali dia menurunkan level kepala Lopez malah terbuka.
Ronde ke 4 menjadi awal kerusakan yang terlihat, kombinasi Stevenson ke tubuh lalu ke kepala hampir membuat Lopez kehilangan keseimbangan, sejak itu seolah pertarungan berubah menjadi satu arah.
Stevenson bukan petinju yang memburu KO membabi buta, setiap jab mendarat wajah Lopez mulai memerah, hook kiri ke kepala Lopez terlempar sedikit ke belakang tapi di catat juri.
Di ronde ke 6, ada momen yang akan di perdebatkan, kombinasi Stevenson membuat Lopez kelimpungan dan jatuh, sang wasit Harvey Dock memutuskan itu bukan knockdown, mungkin ini menyelamatkan nya tapi tidak menyelamatkan nya dari kenyataan bahwa dia sedang tertinggal jauh.
Ronde 8 Lopez akhir nya mendaratkan right hand keras membuat penonton bersorak sejenak sambil berdiri.
Stevenson tenang tidak mundur berlebihan, dia hanya merespons dengan jab lalu kembali keluar, masuk ronde ke 10 dan ke 11 wajah Lopez sudah bercerita, jab Stevenson bukan pukulan keras satu kali tapi serangan yang berulang ulang menjadikan mata nya membengkak, hidung berdarah dan semakin jelas sang juara ini kehabisan peluru.
Dia bukan petinju bodoh jelas punya power tapi malam ini semua senjata nya terasa tumpul, tiap kali mencoba menyerang Stevenson sudah lebih dulu menerobos.
Di ronde terakhir Lopez sekuat tenaga yang di miliki, dua right hand cukup mendarat telak sekali lagi penonton berharap ada keajaiban, Stevenson menutup pertarungan seperti guru yang menutup kelas terkontrol tanpa drama membalas seperlu nya dan memastikan tak ada ruang bagi sang juara untuk mencuri momen besar.
Bel berbunyi Skor 119-109 dari ketiga juri, banyak orang akan berkata Stevenson menang mudah tapi kata mudah sering menyesatkan yang kita lihat sebenar nya adalah hasil dari kedewasaan bertinju.
Stevenson tidak menang karena Lopez jelek tapi dia tahu persis siapa diri nya dan apa yang harus dia lakukan.
Ini kemenangan yang sering di remehkan di era highlight KO, tidak ada jatuh bangun dramatis atau knockdown sensasional tapi ini salah satu penampilan paling mantap di kelas 140 pon dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan kemenangan ini Stevenson merebut sabuk WBO dan The Ring dan siap menerima penantang manapun yang ingin mengalahkan nya harus memecahkan teka teki tidak hanya membawa power.
Ini kekalahan yang menyakitkan bagi lopez bukan karena dia di hancurkan tapi karena di buat terlihat satu langkah di belakang, kehilangan gelar seperti ini lebih susah di terima karena tidak ada satu momen besar untuk di salahkan.
Baca juga:
#Teofimolopez #Shakurstevenson #WBO









