Jumat malam 23 januari 2026 di Thunder Studios Long Beach, Jose Tito Sanchez membuktikan bahwa jeda panjang tidak selalu berarti kemunduran, setelah absen selama 14 bulan, Sanchez kembali ke ring menghentikan Jesus Ramirez dengan TKO di ronde ke 6.
Dua ronde awal di jalani Sanchez dengan pendekatan, dia maju perlahan memantau gerak gerik Ramirez.
Tidak ada serangan sembrono atau usaha memaksakan KO cepat, penonton yang meneriakkan nama nya menjadi latar bukan pemicu emosi berlebihan.
Baca juga:
bagi petinju yang baru kembali dari masa vakum panjang terburu buru bisa berujung bencana.
Drama muncul di ronde ke 3, Jesus Ramirez petinju berpengalaman asal Guaymas Sonora menemukan ruang tembak, Sebuah hook kiri mendarat ke kepala Sanchez, pukulan yang cukup untuk mengguncang keseimbangan dan menguji kesiapan mental nya.
Ramirez menutup ronde dengan kombinasi agresif, mencoba menekan Sanchez sebelum bel berbunyi.
Dalam momen seperti itu, banyak petinju yang baru comeback akan ragu, panik atau kehilangan disiplin.
Namun Sanchez tidak tumbang, tidak membalas secara membabi buta, dia tidak membawa trauma pukulan itu ke ronde berikut nya.
Memasuki ronde ke 4, terlihat jelas bahwa Sanchez datang dengan kondisi fisik sangat siap tidak ada tanda kelelahan.
Sanchez kembali ke rencana awal, menekan perlahan memaksa Ramirez mundur dengan pukulan mulai di arahkan ke tubuh. ramirez masih mencoba mencuri momen, tetapi kini dia yang mulai tertekan.
Di ronde ke 5 sebuah hook kanan ke arah tubuh mendarat bringas membuat Ramirez terjatuh ke kanvas. Ini bukan knockdown keberuntungan tapi hasil dari tekanan berlapis yang di bangun sejak ronde sebelum nya.
Ramirez bangkit lalu Sanchez langsung melanjutkan serangan dengan rangkaian hook kiri. Knockdown kedua pun terjadi.
Meski Ramirez mampu berdiri kembali, wajah nya menunjukkan tanda petinju yang mulai kehabisan jawaban dan sanchez kini sepenuh nya mengendalikan jalan nya laga.
Memasuki ronde ke 6 Ramirez mencoba satu usaha terakhir. dia bertukar pukulan berharap bisa mengubah arah pertarungan lewat keberanian dan insting bertahan Namun di situ pertahanan nya terbuka.
Sanchez mendaratkan hook kanan keras yang menggoyahkan keseimbangan Ramirez, lalu menyusul dengan uppercut kiri yang telak.
Ramirez terjatuh dengan keras ke kanvas. Wasit gerak cepat pertarungan di hentikan, waktu resmi penghentian: 0:35.
“Sangat berarti bagi saya,” ujar Sanchez usai laga. “Setelah setahun tidak bertanding bisa tampil seperti ini adalah sebuah berkah. Semua kerja keras kami akhir nya terbayar.”
Masa vakum sering kali di penuhi keraguan baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri Sanchez berhasil melewati itu semua.
Dengan rekor kini menjadi 15-0 (9 KO), Sanchez tetap tak terkalahkan. dia mungkin belum menjadi nama besar di level dunia tapi performa ini mempertegas posisi nya sebagai petinju yang layak di perhitungkan.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat rekor Ramirez menjadi 23-5-2 (17 KO). Namun dia tidak tampil sebagai petinju yang menyerah. Ronde ke tiga membuktikan bahwa dia masih berbahaya dan keberanian nya di ronde ke 6 menunjukkan mental bukan kaleng2..
Kekalahan ini mungkin memaksa nya mengevaluasi ulang arah karir tapi tidak menghapus sebagai lawan yang selalu datang untuk bertarung.
Menurut saya, kemenangan Jose Sanchez ini lebih impresif dari pada TKO. Justru momen ketika dia di goyang tetap tenang itulah yang paling penting.
Banyak petinju bisa menang saat berjalan sesuai rencana, tapi hanya petinju seperti ini yang bisa bangkit secara mental setelah menerima pukulan keras dan tetap memegang kendali.
Saya juga melihat Sanchez sebagai petinju yang bisa menanjak perlahan lewat konsistensi.
jika dia di jaga dengan matchmaking yang cerdas dan tidak terburu buru, kelas junior featherweight bisa mendapatkan penantang serius dalam satu dua tahun ke depan.
#Josesanchez #Jesusramirez #Hasiltinju










Pingback: Khalil Coe Menang, Tapi Gagal Meyakinkan di Las Vegas
Pingback: Julio Cesar Chavez Jr Menang, apakah ini Duel terakhir?