Ketika bel akhir berbunyi di ronde ke 10 dan tangan Callum Walsh di angkat sebagai pemenang, tidak ada teriakan emosi yang biasa menyertai kelahiran sebuah era baru.
Tidak ada gemuruh arena liar yang mencirikan malam bersejarah, yang tersisa hanyalah tepuk tangan sopan di UFC Apex ruangan steril berkapasitas 700 kursi dan
Zuffa Boxing resmi lahir malam ini.
Callum Walsh menang mutlak atas Carlos Ocampo. Skor juri jelas tapi laga utama ini seharus nya menjadi etalase ambisi Zuffa Boxing, pernyataan bahwa promotor baru yang di dukung Dana White datang membawa standar baru.
Baca juga:
Menurut saya, kemenangan Callum Walsh atas Carlos Ocampo seperti peringatan dini ketimbang pernyataan besar di era baru Zuffa Boxing.
Secara angka mutlak memang tak terbantahkan, namun di level ekspektasi terutama sebagai main event perdana sebuah promotor ambisius penampilan Walsh terasa setengah jadi.
Walsh memang menang tapi di panggung sebesar debut Zuffa menang saja belum cukup dan mengatakan nya dengan jujur bahwa dia tidak pernah puas jika tidak menang dengan knockout.
Itu adalah pengakuan bahwa dia tahu apa yang di harapkan publik dari nya dan apa yang gagal dia berikan malam itu.
Dengan rekor tetap tak terkalahkan 16 kemenangan tanpa kekalahan, Walsh seharus nya melangkah keluar ring sebagai wajah pertama Zuffa Boxing, tapi yang terjadi dia justru meninggalkan ring dengan tanda tanya.
Bukan tentang kemampuan nya tapi tentang identitas.
Pertarungan ini juga datang dengan transisi penting bagi Walsh, dia baru saja berpisah dengan Freddie Roach pelatih legendaris yang nama nya sudah membumi.
Keputusan itu di ambil setelah penampilan ragu ragu Walsh melawan Fernando Vargas Jr September lalu, malam ini seharusnya menjadi bukti bahwa dia telah kembali ke jalur penghancuran.
Momen paling menentukan datang di ronde ke 6 saat Walsh di jatuhkan.
Bukan oleh pukulan telak yang menghancurkan tapi oleh posisi tubuh yang salah, keseimbangan yang hilang dan satu momen canggung ketika sarung tangan nya menyentuh kanvas.
tetapi wasit tidak ragu lalu menghitung nya sebagai knockdown membuat walsh bangkit cepat karena tak terluka secara fisik.
Walsh merespons dengan baik di ronde ke 7, dia lebih tegas weolah ingin menghapus momen sebelum nya. Pukulan kiri nya kembali menemukan sasaran membuat tubuh Ocampo kembali tertekan.
Namun setelah mendaratkan serangan terbaik itu Walsh kembali menjaga posisi, terlihat berhenti menekan.
Ronde ke 9 menjadi potret frustrasi Walsh. Ocampo kembali melakukan pukulan rendah yang ke tiga malam itu dan wasit akhir nya mengurangi satu poin, walsh bereaksi spontan memaki emosi nya tumpah.
Di ronde terakhir, Walsh akhir nya meningkatkan serangan bergerak lebih aktif melepaskan kombinasi lebih sering mencoba menekan Ocampo sampai bel berbunyi.
Carlos Ocampo sudah belajar sejak pertengahan laga. Walsh akan mundur setelah mendaratkan pukulan keras. di situ Ocampo selalu punya waktu untuk bertahan.
Di duel ini ocampo melakukan satu penyesuaian, dia naik dengan bobot lebih besar, tubuh nya lebih tebal dan daya tahan nya meningkat itu cukup untuk membuat perbedaan.
Di luar ring, Zuffa Boxing mendapat pelajaran pertama. promosi baru ini datang dengan nama besar, dukungan finansial kuat dan sorotan global.
Tapi malam debut nya menunjukkan bahwa tinju tidak bisa di perlakukan seperti produk instan.
Ini adalah malam pembuka yang lebih menyerupai uji coba dari pada revolusi.
#Callumwalsh #Carlosocampo










Pingback: Jose Sanchez Kembali, TKO Ronde 6 Usai Vakum 14 Bulan
Pingback: Khalil Coe Menang, Tapi Gagal Meyakinkan di Las Vegas