Keputusan WBC menyetujui Oleksandr Usyk menjalani pertahanan gelar sukarela melawan Deontay Wilder menjadi kabar yang menggemparkan, inilah wajah asli tinju dimana mengutamakan nama besar juga kepentingan bisnis dan kelonggaran aturan yang selalu datang di saat yang tepat.
Secara resmi sang juara mengajukan permintaan lalu di setujui Wilder di nyatakan memenuhi syarat, jalur di buka dan tidak ada aturan yang di langgar, tapi di balik bahasa formal itu ada banyak pertanyaan yang susah untuk kita tidak merenung.
Tentang relevansi dan keadilan seberapa jauh masa lalu masih boleh di jadikan tiket emas di masa sekarang.
Oleksandr Usyk saat ini adalah penguasa mutlak kelas berat, dia mengalahkan Anthony Joshua dua kali, menundukkan Tyson Fury, yang paling terbaru dia juga menghajar KO Daniel Dubois 2 kali dan berdiri sendirian di puncak dengan status juara undisputed hampir tak ada yang bisa di perdebatkan tentang kualitas dia sudah membuktikan semua nya.
Karena itulah setiap langkah Usyk kini akan selalu di baca lebih dalam termasuk keputusan nya membuka pintu bagi lawan yang mungkin sebenar nya melompat dari penantang wajb.
Wilder saat ini berada di peringkat 13 versi WBC, mungkin itulah yang memenuhi syarat pertahanan sukarela, tapi peringkat bukan tentang angka, seharus nya yang di nilai performa terkini dan aktivitas.
Masalah nya dalam beberapa tahun terakhir lebih di kenal karena masa lalu nya di bandingkan apa yang dia lakukan di ring, kekalahan telak dari Tyson Fury 2 kali lalu di bekuk oleh Joseph Parker menjadi penanda jelas bahwa posisi nya sebagai elite heavyweight sudah lama bergeser.
Di usia 40 tahun Wilder kini bukan lagi petinju yang sedang naik tidak juga penantang alami, dia cuma nama besar dengan sejarah panjang di sinilah WBC masuk dengan logika mereka.
Mauricio Sulaiman menyebut Wilder memenuhi syarat karena dia pernah menjadi juara selama lima tahun, menurut pandangan WBC apa yang pernah di lakukan seseorang masih bisa menutup apa yang tidak dia lakukan belakangan ini.
Menurut saya pribadi inilah inti masalah nya, tinju terlalu sering meminjam masa lalu untuk membenarkan keputusan hari ini, di sini bukan hanya di prosedur tapi pada fleksibilitas yang hanya muncul ketika nama besar terlibat.
Seandai nya yang berada di peringkat 13 adalah petinju tanpa riwayat juara dunia, tanpa daya jual pasar amerika apakah pintu yang sama akan di buka selebar ini?? pasti nya hampir tidak karena organisasi bukan badan amal, mereka hidup dari biaya sanksi, eksposur dan relevansi, pertarungan Usyk vs Wilder menjanjikan semua nya.
Usyk sendiri tidak menutupi motif nya, dia ingin kembali bertinju di amerika Serikat, terakhir kali dia tampil di sana adalah pada 2019 saat masih di kelas cruiserweight, sejak naik ke heavyweight semua duel besar nya berlangsung di Inggris dan arab saudi.
Dia juga berbicara soal tiga nama besar antara lain Joshua, Fury dan Wilder, dua sudah dia kalahkan sisa wilder yang belum, ini memang menggoda tapi lebih kuat secara cerita dari pada olahraga.
Joshua dan Fury di lawan saat mereka masih di puncak sementara melawan wilder jika pertarungan ini terjadi akan di hadapi pada senja karir nya, mungkin saat ini dia tidak mencari lawan tersulit tapi ingin melengkapi cerita karir nya.
Ini adalah peluang untuk wilder yang hampir mustahil datang dua kali, kesempatan menantang juara undisputed di panggung besar dengan resiko dan hadiah yang sepadan.
Apakah dia masih bisa menang??? selalu ada peluang selama lonceng belum berbunyi tapi jika melihat gaya bertarung Usyk yang super cerdas sulit membayangkan Wilder bisa memaksakan kehendak nya seperti dulu.
Yang masih jadi pertanyaan besar apakah peluang satu momen cukup untuk membenarkan posisi ini dan petinju lain yang lebih aktif juga sangat layak harus kembali menunggu karena satu nama besar belum selesai dengan masa lalu nya??
Bagi petinju muda dan penantang aktif ini seperti menerima pukulan telak, mereka melakukan semua dengan benar tapi pintu di buka untuk orang lain, di sinilah tinju kehilangan kredibilitas nya bukan karena hasil di ring tapi keputusan yang bikin geleng kepala.
Baca juga:
#Oleksandrusyk #Deontaywilder









