Tidak semua petinju di uji oleh lawan di atas ring. Sebagian justru di uji oleh hidup itu sendiri. Abel Mendoza adalah salah satu nya.
Petinju dengan rekor sempurna hampir kehilangan nyawa, bukan karena pukulan, melainkan karena peluru.
Insiden penembakan yang baru baru ini di alami nya di Texas tidak hanya berita kriminal.
Bagi saya pribadi, itu adalah peringatan bahwa perjalanan seorang petinju tidak selalu di tentukan oleh sabuk atau ranking. justru pertarungan paling berbahaya terjadi saat berada di luar ring.
Baca juga:
Di situlah kisah Abel Mendoza menjadi jauh lebih menarik dari pada deretan angka di BoxRec.
Kejadian nya tidak dramatis seperti adegan film. Tidak ada suara tembakan yang terekam. Hanya sebuah video singkat menunjukkan lubang peluru di mobil.
Mendoza menyebut kejadian tersebut berlangsung saat dia sedang menjemput seorang teman. Tidak ada penjelasan detail. bahkan pihak berwenang pun belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Tapi ini bukan kejadian sepele.
Bagi seorang atlet profesional, terutama petinju, momen seperti ini bisa mengubah semua nya. Bukan hanya soal fisik, tetapi soal cara memandang risiko, karir dan hidup itu sendiri.
Nama lengkap nya Abel Guevara Mendoza.
dia lahir di Fort Stockton Texas, sebuah kota kecil yang jauh dari gemerlap Las Vegas atau New York dua pusat utama industri tinju Amerika.
Saat ini usia nya 30 tahun. Bukan lagi prospek hijau, tapi juga belum bisa di sebut veteran tua. Di usia seperti ini, sebagian petinju sudah bertarung untuk gelar dunia atau setidak nya berada di jalur eliminator.
Namun saat ini Mendoza berada di posisi yang unik, tak terkalahkan, tapi belum di kenal luas.
Mendoza menjalani debut profesional nya pada 2016. Sejak itu dia terus bertarung secara konsisten terutama di wilayah regional.
Hingga 2025, rekor nya berdiri di angka yang mencolok 42 menang – 0 kalah – 31 KO
Secara statistik, ini bukan rekor biasa. 31 KO dari 42 kemenangan menunjukkan bahwa Mendoza bukan petinju poin semata. dia punya kekuatan, tekanan, dan insting menyelesaikan laga.
saya sendiri sempat bingung.. Kenapa dengan rekor se mewah ini Tapi Belum Dapat Title Shot???
Menurut pengamatan saya, ada beberapa faktor utama.
1. Jalur Karir yang Terlalu Aman di Awal.
Mendoza menang banyak, tapi terlalu lama berada di zona nyaman. Banyak lawan nya solid, tapi tidak cukup menjual di mata promotor besar.
2. Tidak Masuk Lingkaran Promotor Elite Sejak Dini.
Di lightweight, divisi paling padat dan politi. siapa yang kenal sering kali lebih penting dari pada siapa yang kamu kalahkan.
3. Minim Eksposur Televisi Nasional.
Tanpa TV besar dan tanpa tekanan publik untuk memberi title shot ini sangat berpengaruh.
4. Saat ini Lightweight Terlalu Penuh Bintang.
Dari juara dunia, mantan juara, sampai prospek mahal, semua nya berebut satu panggung. Petinju berbahaya tapi tidak populer seperti Mendoza sering jadi pilihan terakhir.
Sekarang bergabung dengan PBC. Terlambat atau Tepat Waktu??
Keputusan Mendoza menandatangani kerja sama dengan Premier Boxing Champions (PBC) bisa di baca sebagai titik balik karir.
Di satu sisi, ini peluang emas. Lawan lebih kuat, Sorotan lebih besar, Jalur lebih jelas menuju laga besar
Namun di sisi lain, PBC bukan tempat yang enak enak bagi petinju. Jika masuk, berarti harus siap untuk di gembleng.
Bagi saya pribadi, hal paling mengganggu dari kisah Abel Mendoza bukanlah rekor atau ranking melainkan frekuensi ancaman nyawa di luar ring.
Sebelum di Texas, dia sempat lolos dari penculikan dan perampokan di Kolombia. Sekarang, penembakan di kampung halaman nya sendiri. MENGERIKKANNN…!!!
Dua negara dan situasi berbeda tapi dia selamat.
Posisi nya sekaran bukan lagi seberapa hebat dia sebagai petinju melainkan..Berapa lama seseorang bisa terus lolos dari kematian???
Petinju hidup dari insting. Tapi trauma bisa mengubah insting itu.
Sebagian petinju menjadi Lebih hati hati dan Lebih defensif Atau justru lebih brutal karena merasa hidup terlalu singkat.
Tidak ada yang tahu versi mana dari Abel Mendoza yang akan muncul setelah ini.
Namun sejarah tinju mengajarkan, pengalaman ekstrem di luar ring hampir selalu memengaruhi performa di dalam ring.
Rekor mentereng sering dipuja. Tapi jarang di bahas, tekanan untuk terus menang juga takut salah langkah.
kini ketakutan yang lebih mendasar adalah keselamatan diri.
Pangangan saya Abel Mendoza Tetap mengejar karir elit Atau mulai memprioritaskan hidup di luar ring. keputusan itu tidak bisa di ambil siapa pun selain diri nya sendiri.
Abel Mendoza masih hidup, tak terkalahkan. dan Masih punya peluang.
tapi kisah nya kini lebih dari catatan kemenangan. dia adala petinju bukan karakter fiksi.
Jika suatu hari Abel Mendoza akhir nya bertarung untuk gelar dunia, publik mungkin akan melihat nya sebagai petinju dengan rekor sempurna.
Tapi bagi saya,diia sudah membuktikan yang jauh lebih langka, dia tahu bagaimana cara nya bertahan hidup, dan itu di luar ring maupun di dalam ring adalah kemenangan tersendiri.
#Abelmendoza #Tinjudunia










Pingback: Kazuto Ioka Menang di Kelas Bantam, Bidik Takuma Inoue
Pingback: Moses Itauma di Titik Penentuan Karier Kelas Berat
Pingback: Ajang Penuntasan Dendam: Warrington Kejar KO atas Wood