Usia 50 tahun Masih Garang, Anderson Silva Sanggup KO Tyron Woodley Ronde Ke 2

anderson silva KO tyron woodley

Sebelum laga Silva vs Woodley kartu utama di buka oleh nama yang jauh lebih muda Jahmal Harvey, petinju Olimpiade AS 2024 ini menggunakan panggung terbesar nya sejak Oolimpiade paris untuk menunjukkan bahwa fondasi amatir elit masih menjadi modal paling berharga di tinju profesional.

Tanpa drama Harvey mengendalikan pertarungan sejak detik pertama, melawan Kevin Cervantes dia langsung menekan dengan variasi serangan ke body dan kepala.

Harvey tidak terpaku pada satu stance berpindah dari orthodox ke southpaw dengan mulus membuat lawan nya kesulitan membaca arah serangan.

Sebuah knockdown tercipta di ronde awal lebih karena ketepatan timing dari pada kekuatan, meski itu terlihat di pengaruhi kehilangan keseimbangan lawan hakim tetap menghitung nya secara sah.

Sepanjang enam ronde Harvey tidak kehilangan kendali dia memang gagal mendapatkan KO tetapi meninggalkan kesan dominasi mutlak.

Ketiga juri memberi skor 60-53, mengantarkan Harvey ke rekor 2-0 1 KO) sementara Cervantes harus menerima kekalahan pertama nya sebagai petinju profesional.

Harvey mengakui bahwa keinginan nya untuk mencetak KO sempat membuat nya terlalu memaksakan serangan di beberapa momen namun dia juga menunjukkan kesiapan dengan tetap menjaga struktur bertarung dan tidak membuka peluang berbahaya.

Pembengkakan di wajah Cervantes menjadi bukti tekanan meski tidak cukup untuk mengakhiri laga lebih cepat.

Bagi Harvey ini bukan tentang hasil cepat pembuktikan bahwa transisi dari amatir elit ke profesional berjalan di jalur yang benar.

Baca juga: mandatory rolando romero kacau, WBA harus turun tangan

ANDERSON SILVA VS TYRON WOODLEY.

Nama Anderson Silva dan Tyron Woodley sudah seliweran di panggung UFC, bertahun2 setelah kejayaan mereka di oktagon kedua nya kembali menjadi sorotan kali ini bukan karena sabuk juara karena bagaimana waktu memperlakukan para legenda.

Di Miami pada malam yang juga di isi pertarungan lintas dunia hiburan dan tinju dua mantan juara MMA bertemu dalam duel yang jauh dari glamor masa lalu mereka, hasil nya sangaaarr dan cepat.

Di usia 50 tahun Anderson Silva membuktikan bahwa insting seorang finisher tidak sepenuh nya hilang di makan usia, tanpa tempo tinggi dan tanpa agresi berlebihan dia memilih menunggu momen yang cukup besar untuk mengakhiri semua nya.

Silva menggunakan tangan kiri nya bukan untuk menyerang sebagai alat manipulasi visual.

Lawan nya Tyron Woodley kehilangan pandangan, cukup bagi Silva untuk melepaskan rangkaian pukulan pendek yang berujung knockdown keras, dia memang mampu berdiri sebelum hitungan selesai namun bahasa tubuh nya sudah menjelaskan sudut ring memutuskan laga harus di hentikan.

Pertarungan berakhir pada menit 1:33 singkat tanpa perdebatan.

Bagi Tyron Woodley hasil ini memperpanjang kenyataan dalam karir tinju profesional nya, mantan juara kelas welter UFC itu kini mencatat 0-3 di ring tinju angka yang kontras dengan reputasi nya di MMA.

Kondisi pertandingan tidak sepenuhnya berpihak pada nya, Woodley naik ring hanya dengan persiapan sekitar tiga minggu ini adalah laga pertama nya sejak kekalahan KO dari Jake Paul pada 2021.

Di Usia 43 tahun dan minim nya jam terbang di tinju murni menjadi faktor yang sulit di pisahkan.

Dengan total usia gabungan mencapai 93 tahun tidak mengherankan bila pertarungan enam ronde ini di buka dengan tempo rendah, kedua petarung memilih kehati hatian membaca dan meminimalkan risiko.

Namun penonton di Kaseya Center Miami, tidak sepenuh nya bersabar.

Sorakan kecewa terdengar di ronde awal seolah publik mengharapkan sesuatu yang sudah tidak asing lagi duel cepat dan garaang seperti satu dekade lalu.

Silva tidak terpengaruh dia tahu pertarungan ini bukan soal menghibur tapi eksekusi, kemenangan ini tidak membuat Silva berbicara tentang kebangkitan karir besar di tinju dia mengungkap rencana yang sama sekali orang tidak kepikiran.

Kata nya dia akan bergabung dengan akademi kepolisian untuk memulai pekerjaan baru di Departemen Kepolisian Beverly Hills, tinju belum sepenuh nya dia tinggalkan.

Jika ada satu laga yang dia inginkan itu adalah melawan Chris Weidman petarung yang mengakhiri masa kejayaan nya di UFC pada 2013.

Silva menyebut duel itu bukan soal balas dendam tapi pembuktian bahwa mantan petarung MMA bisa beradaptasi dengan dunia tinju jika di beri ruang dan waktu.

Malam itu menghadirkan dua sisi, Anderson Silva legenda yang bertarung dengan sisa kejeniusan nya, kemudian Jahmal Harvey petinju muda yang masih membangun fondasi.

Kedua nya menang tetapi dengan makna yang sangat berbeda, di tengah semua itu Tyron Woodley berdiri bahwa tidak semua kejayaan bisa di samakan lintas disiplin terutama ketika waktu tidak lagi bersahabat

#Andersonsilva #Tyronewoodley #Hasiltinju

Scroll to Top