Lagi dan lagi tinju di guncang kasus doping, kali ini nama besar yang terseret adalah juara WBC kelas ringan super Subriel Matias yang seharus nya di jadwalkan mempertahankan gelar nya pada 10 Januari mendatang melawan Dalton Smith di Brooklyn.
Tapi semua itu sekarang tertunda dan bisa saja batal total karena Matias di nyatakan positif zat peningkat performa ostarine dalam tes VADA.
Ini jadi salah satu drama terbesar menjelang pergantian tahun.
Baca juga: Anthony olascuaga vs taku kuwahara,duel panas akhir tahun
Bagi saya pribadi kasus seperti ini selalu bikin panas bukan cuma buat penggemar tapi juga buat lawan, promotor sampai tim penyelenggara.
Karena jadwal sudah di atur, tiket sudah di jual promosi berjalan tiba tiba hasil tes membuyarkan semua nya.
Jadi apa yang sebenar nya terjadi? mari kita bahas satu per satu dengan sudut pandang lebih santai.
Buat yang mungkin belum familiar sebelum sebuah pertandingan besar terlebih perebutan gelar dunia hampir semua petinju harus menjalani tes doping dari VADA atau lembaga lain yang di tunjuk.
Matias menjalani tes itu beberapa waktu lalu dan hasil nya keluar positif ostarine.
Kalau kalian belum tahu ostarine ini termasuk dalam kategori SARMs yakni obat yang sering di pakai untuk meningkatkan massa stamina dan mempercepat pemulihan otot, dalam kompetisi resmi jelas di larang.
Baca juga:
Begitu dengar OSTARINE saya langsung ingat kasus Ryan Garcia di awal tahun 2024.
Hasil nya sama positif, Garcia kemudian di skors selama satu tahun dan hasil pertarungan nya di batalkan, dengan kejadian serupa pada Matias situasi nya bisa di bilang berabe.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman langsung memberi pernyataan, gaya ngomong nya memang formal tapi inti nya WBC sudah menerima laporan dari VADA, proses penyelidikan sudah di mulai Matias dan promotor menyatakan siap bekerja sama.
Ini prosedur normal, tapi tetap saja kerusakan sudah terjadi.
Nama Matias sekarang sudah terlanjur di bawa ke headline dengan embel embel negatif, yang lebih rumit lagi Matias belum tentu bisa turun ring sampai ada hasil lanjutan.
Buat yang mungkin bertanya-tanya…kok bisa ada sampel A dan B segala?
Di tes doping olahraga profesional atlet biasa nya memberikan dua sampel urin atau darah.
Sampel A yang di periksa pertama, Sampel B sebagai cadangan untuk membuktikan kalau hasil pertama bukan kesalahan teknis
Matias punya waktu hingga 1 Desember untuk meminta Sampel B di uji, tim nya sudah mengajukan permintaan itu dan sampai hasil keluar mereka tak mau berkomentar.
Pandangan saya walaupun prosedur nya benar peluang hasil B berbeda dengan A itu kecil.
Dalam sejarah olahraga ini bisa di hitung jari kasus di mana Sampel B membatalkan hasil pertama, jadi kalau mau yang nyata
kemungkinan besar hasil nya akan sama.
Kalau hasil Sampel B tetap positif maka nasib pertarungan Matias vs Dalton Smith berada di ujung tanduk.
Kemungkinan nya pertandingan batal total di ganti petinju lain atau Matias tetap bertarung tapi tanpa gelar di pertaruhkan, ini yang NGERRI Gelar di copot dan di alihkan ke lawan atau perebutan gelar yang kosong.
Pilihan paling nyata adalah pertarungan batal atau Matias di cabut gelar nya.
Komisi yang mengawasi pertarungan ini adalah New York State Athletic Commission yang juga menjatuhkan hukuman pada Ryan Garcia, jadi rekam jejak nya keras dan tidak main main..hmmm SANGAR BRO.
Biar adil kita juga perlu melihat sosok Matias ini, walaupun kasus doping membuat nama nya tercoreng karir nya sebenar nya tak bisa di remehkan.
Matias memiliki rekor 23-2 dengan 22 KO nyaris semua lawan nya tumbang sebelum peluit terakhir.
Yang hebat Matias adalah gaya bertarung nya selalu haus pukulan, dia bukan orang yang SENENG bermain aman dan banyak bertahan dari ronde pertama biasa nya sudah langsung troboss.
Pada Juli lalu Matias kembali merebut gelar WBC setelah mengalahkan Alberto Puello.
Itu kemenangan besar dan membuat nama nya kembali di perhitungkan di kelas ringan super, sayang nya semua pencapaian itu sekarang sedang berada di garis merah.
Kasus doping seperti ini selalu meninggalkan dua kemungkinan.
Sang Atlet sengaja memakai atau tidak tahu kalau mengonsumsi sesuatu yang mengandung zat terlarang tersebut.
Yang kedua ini sering di pakai sebagai pembelaan tapi tidak menutup kemungkinan juga benar.
Banyak suplemen dan obat pemulihan yang kadang tidak tercantum jelas kandungan nya, tapi pada ujung nya hukuman tetap harus di jatuhkan karena atlet top sudah seharus nya lebih hati hati.
Pertanyaan nya sekarang apakah Matias akan di tolong atau di tumbangkan oleh hasil Sampel B???
Kita juga jangan lupa bahwa di seberang ring ada nama besar lain yakni Dalton Smith, secara psikologis posisi Smith pasti absurd.
Sudah latihan mati matian an Jadwal tinggal sebulan lebih sedikit tahu tahu lawan di nyatakan positif doping amsyong lah.
Smith bisa jadi merasa di rugikan apalagi pertandingan titel dunia bukan kesempatan yang datang setiap hari.
Kalau saya jadi Smith pasti berharap pertarungan tetap berjalan bahkan kalau gelar di copot dari Matias, Smith mungkin bisa bertarung memperebutkan gelar lowong melawan petinju pengganti.
Tapi sampai ada keputusan resmi nasib Smith menggantung kayak jemuran lupa di angkat.
Seperti sudah saya bilang komisi New York termasuk yang paling ketat soal doping, Ryan Garcia sudah merasakan nya, maka kalau Matias terbukti bersalah sanksi nya bisa sama atau bahkan lebih berat gelar nya kemungkinan besar di sita.
Itu bukan hal berlebihan, tinju harus di jaga dari atlet yang memakai bantuan ilegal karena dampak nya merusak kompetisi, karir lawa dan bahkan keselamatan fisik di atas ring.
Kalau Matias sampai di hukum berat maka divisi ini bakal mengalami peta ulang, beberapa skenario yang mungkin terjadi.
Gelar WBC menjadi lowong dan Top Rank atau Matchroom akan memperebutkan nya lewat petinju lain.
Smith naik panggung sebagai kandidat utama karena dia sebenar nya sudah siap bertanding, petinju lain seperti Regis Prograis mungkin berebut kesempatan.
Semakin banyak drama ramai pemberitaan pasti nya tambah seru kompetisi.
Kalau kita lihat beberapa tahun terakhir rasa nya kasus doping makin sering mencuat, nama besar yang pernah terseret antara lain Canelo (clenbuterol), Big Baby Miller, Conor Benn, Ryan Garcia, Oscar Valdez dan sekarang Subriel Matias.
ini lebih bukan karena atlet makin sering pakai tapi karena sistem tes makin ketat dan rutin.
Dulu banyak pertarungan tidak melewati prosedur tes seintens saat ini, sekarang hampir semua agenda besar memakai VADA yang sangat detail jadi wajar kasus nya meningkat.
Kalau boleh jujur saya pribadi tidak otomatis bilang Matias sengaja memakai tapi juga tidak mau langsung membela nya.
Di tinju profesional atlet berada pada level tertinggi, kesalahan memilih suplemen, obat, atau nutrisi adalah tanggung jawab atlet sendiri.
Petarung sekelas juara dunia harus nya punya tim medis dan nutrisi yang teliti, jadi kalau masih kecolongan susah untuk di lepaskan dari kesalahan sendiri.
Harapan nya saat ini hasil Sampel B cepat keluar biar semua nya jelas, penggemar tinju butuh kepastian bukan drama setengah miring2.
Drama ini membuat kelas ringan super semakin seru di akhir tahun.
Bagi fans justru cerita seperti ini yang bikin tinju hidup, ada persaingan dan kejutan yang bikin penggemar terus mengikuti.
Sekarang kita tinggal menunggu keputusan resmi dalam beberapa hari ke depan apakah Matias tetap naik ring sebagai juara
atau turun sebagai mantan juara sebelum beraksi lagi.
Yang bisa kita lakukan sementara ini hanya menunggu namun drama tinju belum selesai dan semakin seru.
#SubrielMatias #WBC #Doping #DaltonSmith #VADA









