kabar meninggal nya Mark Kaylor tersebar cepat banyak fans terutama generasi lama yang tumbuh di era 80-an langsung mengucap bela sungkawa atas kepergian nya.
Di balik rekor dan reputasi nya Kaylor adalah contoh petinju yang hidup dalam masa transisi ketika Inggris punya begitu banyak middleweight kuat sehingga satu kesalahan kecil saja bisa mengubah nasib seorang calon juara dunia.
Perjalanan hidup nya mulai dari bocah pemalu yang sering di bully sampai menjadi salah satu nama paling di perhitungkan di Inggris memang layak di kenang kembali.
Baca juga: Emiliano vargas menang mutlak atas jonathan montrel.
Jadi mari kita ceritakan ulang perjalanan Mark Kaylor dengan cara yang lebih dekat.
Kaylor lahir di Canning Town sebuah kawasan yang identik dengan budaya kerja Inggris.
Tapi masa kecil nya tidak mudah, dia sempat mengalami bullying di sekolah sesuatu yang akhir nya membawa nya masuk ke tinju.
Saat keluarga nya pindah ke Stanford Hope di Essex dia mulai belajar tinju di Shell Club.
Di sinilah dasar pertama nya terbentuk, pelatih di sana menyadari bahwa bocah ini punya tangan cepat koordinasi bagus dan kemauan keras.
Namun pada usia 16 tahun Kaylor mengambil keputusan yang menentukan masa depan nya dia kembali ke Canning Town untuk tinggal dengan nenek nya hanya demi bergabung dengan klub yang lebih besar West Ham ABC.
Langkah besar untuk usia remaja tapi itu menunjukkan betapa serius nya dia dengan tinju.
Baca juga:
Begitu pindah karir amatir nya melesat, dia berhasil memenangkan gelar ABA gelar amatir paling prestisius di Inggris.
Tahun 1980 dia mewakili Inggris di Olimpiade Moskow, banyak orang waktu itu percaya bahwa Kaylor adalah calon juara masa depan apalagi setelah performa nya di Montreal dan medali emas di Kejuaraan Eropa 1981.
Ketika beralih ke profesional Kaylor bergabung dengan Terry Lawless nama yang sangat di hormati dalam tinju Inggris.
Gym nya penuh legenda antara lain Frank Bruno, Kirkland Laing, Maurice Hope dan Lloyd Honeyghan.
Kaylor berlatih bersama mereka, gaya Kaylor sebagai profesional cukup epik.
Pukulan cepa, teknik jempolan dan ketika sedang ON dia terlihat seperti petinju kelas dunia.
Kaylor mencapai puncak karir domestik nya saat merebut gelar British dan Commonwealth middleweight dengan menghentikan Roy Gumbs dalam lima ronde.
Pada saat itu banyak orang yakin bahwa dia hanya tinggal menunggu kesempatan tembus ke level dunia namun jalan menuju puncak tidak lah lurus.
Dia kehilangan gelar tersebut lewat keputusan angka dari Tony Sibson petinju yang juga sangat kuat bahkan pernah menantang Marvin Hagler, di era itu middleweight Inggris memang seperti kolam hiu.
Kalau ada satu bagian dari hidup Kaylor yang paling di ingat publik tentu perseteruan nya dengan Errol Christie.
Ini bukan hanya rivalitas tapi cerita tentang dua karakter kuat bertemu di tempat dan waktu yang sama.
Drama mereka bahkan mengalahkan Eubank Jr dan Conor Benn zaman sekarang.
Saat di wawancara bertahuntahun kemudian Kaylor sendiri mengatakan bahwa dia menyesal karena emosi nya terlalu memuncak saat itu.
Tapi zaman itu berbeda petinju tidak cuma bertarung di ring, mereka hidup dengan ego besar dan persaingan sengit.
Bahkan saat sesi foto kedua nya saling hajar seperti perkelahian jalanan.
Pertarungan resmi nya akhir nya di menangkan Kaylor lewat TKO ronde 8 tapi LUKA EMOSIONAL dari rivalitas itu bertahan seumur hidup.
Tapi ada sisi lain yang sering memakan diri nya yaitu TEMPERAMENTAL.
Misal nya pertarungan melawan Tony Cerda bell ronde 9 sudah berbunyi tapi Kaylor tetap menghajar Cerda sampai di diskualifikasi.
ketika di wawancara dia berkata…
“Saya marah pada diri sendiri karena bertarung buruk rasa nya seperti tubuh saya tidak mau berhenti.”
Ada kala nya ketika emosi bukan nya menjadi bahan semangat tapi racun.
Kaylor pernah menyebut kemenangan nya atas Bobby Watts pada tahun 1983 sebagai penampilan terbaik nya, malam itu dia terlihat seperti juara dunia yang belum di beri sabuk nya.
Tapi seperti jalan berlubang ada pula momen ketika semua nya ambruk, saat dia mencoba naik ke kelas light heavyweight dan di hajar Tom Collins, kaylor berkata seperti di pukul balok kayu.
Setelah ini karir nya mulai menurun dia mencoba bangkit di super middleweight tapi TENAGANYA sudah lewat.
Setelah kalah dari James Cook tahun 1991 dia gantung sarung tinju dengan rekor 40-7-1 (34 KO).
Sebuah rekor jika kita di lihat angka KO nya menunjukkan bahwa dia bukan cuma teknisi tetapi juga penggebuk ganas.
Tak lama Kaylor pindah ke Amerika dan menjalani hidup yang jauh lebih tenang, dia bekerja sebagai instruktur aerobik di sebuah gym di Chino Hills California.
Banyak mantan petinju yang terseret masalah setelah pensiun tapi Kaylor tidak seperti itu.
Justru di masa masa ini dia sering berbicara dengan hangat tentang masa muda nya, dia pernah mengatakan…
“boxing adalah bagian indah dari hidup saya dan bertemu banyak orang baik”.
Kata itu menutup perjalanan panjang seorang petarung yang hidup penuh gejolak, ada rasa syukur yang mungkin tidak dia miliki saat masih muda dan berapi api.
Ketika kabar kepergian nya di umumkan pada 16 januari 2025 waktu setempat. banyak rekan lama memberikan tribut.
Bukan hanya karena prestasi nya tapi karena Mark Kaylor adalah bagian penting dari sejarah tinju Inggris.
SELAMAT JALAN MARK semoga tenang di sisi tuhan yang maha esa.
#MarkKaylor #TinjuInggris #PetinjuLegendaris #BeritaTinju #BoxingNews









