Conor Benn membalas dendam pada Chris Eubank Jr di Tottenham Hotspur Stadium, ini bukan hanya duel ulang atau dua petinju yang saling benci tapi beban nama besar sang ayah.
Di tengah semua itu Benn yang selama dua tahun hidup dengan angan2 kekalahan, drama doping dan serangan media akhir nya mendapat apa yang dia cari yakni PEMBEBASAN.
Orang bilang ronde pertama hanya pemanasan, Eubank Jr memulai sedikit lebih baik dua counter, Benn terlihat masih membaca gerak lawan.
Baca juga: Xander zayas vs Abass baraou siap guncang di tahun 2026
Stadion pun tegang seperti semua orang takut akan berakhir KO brutal.
Tapi begitu bel ronde kedua berbunyi Benn tiba tiba naik satu level, Jabbing dengan lebih yakin melangkah lebih agresif juga mulai memaksa Eubank ke arah tali.
Tidak ada momen besar hanya seperti seseorang yang mengetuk pintu rumah selama lima menit tanpa henti sampai panik.
Eubank terlihat kehilangan keseimbangan mental lebih dulu dari pada keseimbangan kaki.
Baca juga:
Begitu masuk ronde ke 3 perbedaan gaya makin kelihatan.
Benn tanpak seperti petinju yang menginginkan kemenangan ini, dia masuk keluar dengan tempo cepat memotong gerakan Eubank dan sesekali melepas dengan hook kanan yang galak.
Sementara itu Eubank seperti tersangkut di antara dua pilihan menunggu atau menekan. dan kedua nya tidak dia jalankan dengan baik.
Setiap kali dia mencoba counter Benn sudah lebih dulu masuk seperti menonton seseorang yang tahu rute pulang tapi lupa arah saat sudah di jalan.
Baca juga:
Memasuki ronde 5 sampai 9 semua jadi sangat jelas seorang Benn yang seperti terbebas dari beban masa lalu.
Beberapa kali Eubank mencoba mengubah serangan, mendorong maju, memancing klinch mengajak bertarung jarak dekat tapi selalu terlambat.
Benn terus mengumpulkan poin, hook kiri yang tidak terlalu keras tapi sangat mengganggu.
Di bangku komentator skor sudah berat bahkan Eubank sendiri tanpak nya menyadari bahwa dia sedang mengejar sesuatu yang semakin jauh.
Ronde 10 sempat memberi harapan tipis pada Eubank Jr dia melepaskan kombinasi panjang mencoba memaksa Benn mundur dan untuk sesaat laga memang lebih seimbang.
Tetapi seperti seseorang yang mencoba menyalakan lilin di tengah angin besar api nya padam kembali.
Benn tidak panik dia hanya menurunkan sedikit serangan tapi tetap fokus.
Ronde itu mungkin milik Eubank tapi kemenangan moral nya terlalu kecil untuk mengubah cerita besar malam itu.
Lalu datanglah ronde 12 di sinilah drama tinju hidup sepenuh nya kerumunan yang tadi nya tegang berubah seperti gemuruh konser besar.
Benn memutuskan bahwa kemenangan angka saja tidak cukup dia ingin menutup cerita dengan tinta tebal.
Pukulan yang tajam mengenai dagu Eubank dan terjatuh, beberapa detik kemudian knockdown kedua datang, Eubank kembali jatuh kali ini terlihat jauh lebih terpengaruh wasit memberi hitungan dan Eubank bertahan sampai bel akhir.
Tidak ada kejutan, kontroversi juga tak ada wajah kecewa Conor Benn menang mutlak.
Baca juga:
Dengan dua knockdown sebagai penutup laga ini berubah dari balas dendam menjadi kemenangan paling di tunggi dalam karir Benn.
Eubank Jr menelan kekalahan juga menerima kenyataan baru lawan nya yang dulu dia anggap BOCAH kini sudah setara.
Benn kini berada pada posisi terbaik sedangkan Eubank masih tanda tanya apakah masih mau bertarung di level ini atau memikirkan hal baru dalam hidup nya.
Rasa nya kurang lengkap jika undercard tidak kita bahas, berikut rangkaian laga pendukung.
Mikie Tallon vs Fezan Shahid [Kelas Terbang].
Partai pembuka langsung menyala, Mikie Tallon membawa rekor 10-0 datang seperti pria yang ingin menyelesaikan pekerjaan cepat.
Sejak ronde pertama dia menekan tanpa kompromi memaksa Shahid bertarung di jarak yang tidak nyaman, shahid sempat mencoba meredam agresi tapi gelombang serangan Tallon makin lama makin berat.
Di ronde ke 5 tekanan itu akhir nya pecah jadi KO ganas.
Tallon menutup malam nya dengan kemenangan yang membuat banyak orang berfikir dia siap naik level berikut nya.
Richard Riakporhe vs Tommy Welch (Kelas Berat).
Laga kelas berat seperti biasa nya besar dan keras, Richard Riakporhe datang membawa pengalaman sementara Welch masuk dengan rekor tak terkalahkan 16-0.
Tapi malam ini Welch seperti menghadapi arus yang tidak pernah dia prediksi.
Riakporhe menjatuhkan Welch tiga kali dalam rentang dua ronde, pukulan kanan Riakporhe rasa nya seperti kilat yang akhir nya memaksa wasit menghentikan duel.
Kemenangan TKO ronde dua ini menjadi salah satu momen paling bising sebelum partai utama.
Sam Gilley vs Ishmael Davis (Kelas Welter Super).
Ini laga untuk pecinta teknik, tidak ada KO atau ada drama berdarah tapi duel penuh perhitungan.
Ishmael Davis yang memenangkan pertarungan ini lewat keputusan mutlak setelah 12 ronde yang cerdas.
Gilley bukan nya buruk. dia bekerja keras beberapa kali memberi tekanan tapi Davis membaca dan mencuri poin di momen momen kunci.
Adam Azim vs Kurt Scoby (Kelas Ringan Super).
Adam Azim tampil seperti petinju yang sedang membuktikan sesuatu, Scoby bukan lawan mudah tapi Azim mengatur dan perlahan lahan merusak pertahanan lawan nya.
Ronde demi ronde Azim membangun keunggulan, ketika masuk ronde ke-12 seolah membaca bahwa penonton ingin penutup yang dramatis.
Azim menghantam Scoby hingga TKO, dia sekarang mulai duduk di meja para kontender serius.
Ekow Essuman vs Jack Catterall (Kelas Welter).
Pertarungan ini punya tensi paling serius sebelum main event, Catterall yang selalu punya gaya mematikan mulai menemukan ide sejak pertengahan laga.
Essuman mencoba melawan tapi Catterall membaca setiap langkah nya.
Menjelang akhir Catterall menjatuhkan Essuman sekali lalu kembali memaksa knockdown di ronde 11, tekanan itu akhir nya membuat wasit menghentikan laga, Catterall menang TKO yang membanggakan.
#ConorBenn #ChrisEubankJr #BennEubank









