Deontay Wilder Masih Menunda Comeback Besar, Januari 2026 Di Ragukan Terjadi

Deontay Wilder Masih Menunda Comeback Besar, Januari 2026 Diragukan Terjadi

Sudah lebih dari lima bulan sejak Deontay Wilder terakhir kali naik ring menghentikan Tyrrell Herndon dengan TKO di ronde ke 2 pada Juni 2025.

Kala itu kemenangan tersebut sempat di anggap sebagai kebangkitan The Bronze Bomber setelah masa suram yang panjang.

Namun waktu berjalan dan janji janji besar yang sempat dia lontarkan kini mulai memudar.

Baca juga: Vergil ortiz jr hajar lubin TKO ronde 2

Sempat ada rumor bahwa laga melawan Herndon hanyalah pemanasan sebelum pertarungan besar di awal 2026, wilder bahkan sempat menyebut bulan Januari sebagai waktu kembali nya ke laga utama.

Tapi hingga kini belum ada pengumuman resmi apa pun, tak ada nama lawan, tanggal dan tak ada poster promosi.

Semua masih samar seperti bayangan yang menjauh setiap kali kita mendekat, beberapa minggu setelah pertarungan melawan Herndon Wilder muncul di salah satu siaran langsung bersama streamer N3on.

Dengan nada yakin dia berkata sudah menandatangani kontrak dan sedang mempersiapkan diri untuk pertarungan besar di Januari.

Fans pun bersorak mereka percaya inilah saat yang tepat untuk Wilder merebut kembali sorotan namun memasuki November 2025 belum ada kabar lanjutan.

Seakan semua janji itu berhenti di udara, bagi seorang petinju yang sudah berusia 40 tahun waktu bukan hitungan angka.

Tiap bulan yang berlalu tanpa aksi berarti pamor mulai memudar daya tarik berkurang peluang emas yang kian menipis.

Manajernya Shelly Finkel akhir nya angkat bicara beberapa pekan lalu, dalam wawancara Finkel berkata..

Kami belum memutuskan apa pun untuk saat ini.

Kata singkat itu cukup untuk membuat penggemar mulai khawatir bahwa comeback yang di janjikan Januari nanti tak akan terjadi.

finkel juga menepis rumor duel melawan Francis Ngannou pertarungan yang sempat jadi bahan spekulasi di media sosial.

Deontay tidak akan menghadapi Ngannou tahun ini itu tidak ada dalam rencana kami tegas nya.

Dengan begitu jelas bahwa fokus Wilder bukan pada laga eksibisi atau crossover tapi pada sesuatu yang lebih besar mungkin gelar atau mungkin balas dendam.

Di antara semua spekulasi satu nama terus muncul yaitu Anthony Joshua.

Kedua nya sudah saling melempar komentar sejak bertahun tahun lalu tapi sampai sekarang duel impian itu belum terwujud.

Finkel beberapa kali menyebut Joshua sebagai prioritas utama bahkan jika negosiasi gagal nama Oleksandr Usyk di sebut sebagai alternatif, namun Joshua sendiri kini juga lebih selektif dalam memilih lawan dan tanpak fokus pada laga besar di awal 2026.

Wilder dan Joshua berada di jalur waktu yang hampir sama, jika kedua nya bisa sepakat pertarungan ini akan menjadi pesta besar.

Tapi kalau kembali tertunda generasi baru seperti agit kabayel, moses itauma hingga Daniel Dubois bisa saja mengambil alih panggung kelas berat sebelum duel itu sempat terwujud.

Semenjak trilogi brutal nya melawan Tyson Fury Wilder seperti kehilangan arah.

Dia tetap menakutkan tapi tak lagi menimbulkan aura yang sama, dalam 6 tahun terakhir Wilder hanya bertarung lima kali, catatan yang terlalu sedikit untuk petinju sekelas mantan juara dunia.

Setiap kali naik ring Wilder selalu membawa harapan bahwa diri nya akan menjadi juara dunia dua kali.

Namun di balik itu ada kenyataan yang tak bisa di pungkiri usia nya sudah senja dan lawan lawan nya sekarang jauh lebih muda serta lebih garang tentu nya.

Di olahraga ini sehebat apa pun seorang petinju tubuh manusia punya batas.

Wilder jelas masih punya tenaga tapi mungkin dia tak punya cukup waktu untuk menunggu terlalu lama.

Beberapa sumber di Amerika menyebut bahwa kubu Wilder sedang mencari promotor dan jaringan siaran yang berani membayar angka besar, Wilder memang bukan petinju murah dia terbiasa tampil dalam acara besar dengan bayaran tujuh digit.

Tapi setelah kalah dua kali dari Fury, dari joseph parker, dan keok lagi lewat TKO dari zhang zhilei daya tawar nya tentu menurun.

Ada juga spekulasi bahwa Wilder sedang menunggu hasil negosiasi antara tim Joshua dan penyelenggara di Timur Tengah.

Bila kesepakatan itu jadi Wilder bisa ikut masuk ke dalam agenda yang sama untuk duel mega fight, tapi semua itu masih sebatas rencana bukan kepastian.

Semua nya tergantung pada uang dan waktu tayang sang petarung bisa saja siap berduel tapi tanpa kontrak siaran dan sponsor semua nya tidak akan berjalan, mungkin Wilder sedang terjebak di pusaran itu.

Sebetul nya banyak penggemar yang mulai lelah menunggu, Wilder dikenal sebagai sosok yang karismatik, penuh tenaga dan selalu membari kejutan.

Tapi untuk kali ini tanpa aksi cepat berubah jadi kebosanan.

Wilder tentu tidak ingin tertinggal tapi jika dia terus diam sorotan itu bisa berpindah arah sepenuh nya.

Masalah nya bukan dari kemampuan pukulan kanan Wilder masih menjadi salah satu yang paling menakutkan namun kemampuan saja tidak cukup.

Mampukah The Bronze Bomber Bangkit Lagi?

Banyak orang masih berharap Wilder punya satu gebrakan terakhir sebuah pertarungan besar untuk menutup karir dengan megah.

Dia pernah jadi juara dunia membuat orang ketakutan dengan KO brutal dan pernah menjadi kebanggaan Alabama.

Namun kini Wilder seperti berdiri di antara dua jalan satu menuju kebangkitan terakhir satu lagi menuju masa lalu yang perlahan di lupakan semua tergantung seberapa cepat dia bergerak.

Jika benar dia kembali pada musim semi 2026 waktu itu bisa menjadi babak penentu.

Apakah dia masih bisa bersaing di puncak atau hanya menjadi legenda masa lalu yang sesekali di sebut dalam nostalgia.

Deontay Wilder mungkin masih ada nafsu untuk bertarung tapi jam karir nya terus berdetak setiap penundaan berarti kehilangan kesempatan.

#DeontayWilder #TinjuDunia #AnthonyJoshua

Scroll to Top