Ada sesuatu yang istimewa ketika seorang petinju akhir nya bisa bertarung di tanah kelahiran nya apalagi setelah sempat TERSESAT dalam drama promotor dan lokasi pertandingan.
Begitulah yang di rasakan saat mendengar kabar bahwa Masamichi Yabuki akhir nya akan mempertahankan gelar IBF kelas terbang nya di rumah sendiri tepat nya pada 27 Desember di Aichi Sky Expo Tokoname Jepang.
Sempat ramai kabar kalau Yabuki bakal harus terbang jauh ke Meksiko buat menghadapi Felix Alvarado penantang wajib dari Nikaragua.
Baca juga: Erislandy lara terima tantangan janibek alimkhanuly, 6 desember 2025
Buat seorang juara bertahan apalagi dari Jepang rasa nya agak aneh kalau harus menyerahkan kandang ke lawan.
Tapi beginilah tinju kadang negosiasi nya lebih rumit dari duel di atas ring, untung saja akhir nya semua berbalik arah Yabuki tak perlu repot repot keluar Asia Alvarado yang harus angkat koper ke Jepang.
Sebuah perubahan yang cukup adil karena Yabuki pantas mendapat malam besar di depan publik nya sendiri di tempat yang sama di mana dia pernah menulis kisah kebangkitan luar biasa dalam karir nya.
Baca juga:
Kalau bicara soal Yabuki saya pribadi selalu teringat kisah nya dua tahun lalu waktu dia sempat kalah dari Kenshiro Teraji.
Kekalahan itu sangat terpukul apalagi terjadi setelah kemenangan besar atas orang yang sama pada 2021.
Banyak yang mengira karir nya bakal tenggelam pelan tapi ternyata Yabuki memulai babak baru, dia bangkit dengan cara yang luar biasa merebut dua sabuk dunia dalam dua divisi berbeda dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Oktober tahun lalu dia menumbangkan Sivenathi Nontshinga buat merebut sabuk IBF di kelas 108 lbs.
Baca juga:
Lalu lima bulan kemudian dia naik kelas dan mengalahkan Angel Ayala petinju muda tak terkalahkan dari Meksiko untuk jadi juara dunia di kelas 112 lbs
Sang lawan Felix Alvarado juga bukan nama yang bisa di anggap enteng, sejak dulu Alvarado di kenal sebagai petinju yang tak kenal takut.
Dari Nikaragua dia sering datang ke wilayah lawan tanpa banyak drama.
Dulu dia merebut sabuk IBF 108 lbs di Filipina setelah menghantam Randy Petalcorin sampai babak belur lalu dia pertahankan sabuk itu di Jepang dan terakhir di Amerika Serikat.
Inti nya dia ini seperti prajurit keliling ke mana pun di panggil dia datang siap perang.
Baca juga:
Sekarang di usia 36 tahun Alvarado masih punya semangat yang sama walau sudah sering kalah di pertandingan besar termasuk waktu melawan Sunny Edwards di Inggris tahun 2022 tapi dia tidak tenggelam.
Bahkan tahun lalu dia sempat DI CURANGI saat kalah angka dari Ayala dalam duel eliminator di Meksiko.
Aneh nya sempat di umumkan menang tapi kemudian hasil nya di balik situasi absurd yang bikin banyak orang geleng kepala.
Setelah itu Alvarado tidak menyerah, dia tetap bertarung di kampung halaman nya dan menang tiga kali beruntun.
Takdir pun kembali pada 27 Desember 2025, tepat setahun setelah kemenangan terakhir nya dia kembali ke jalur perebutan sabuk dunia, kadang hidup memang suka berputar lucu.
Baca juga:
Kalau saya lihat dari gaya bertarung duel Yabuki vs Alvarado ini seperti benturan dua filosofi.
Yabuki adalah petinju teknis, cermat dan sabar menunggu tidak terbawa nafsu.
Sementara Alvarado lebih seperti angin beliung datang menggempur dari awal seolah mau menyapu bersih lawan nya secepat mungkin.
Tapi justru perbedaan itu yang menarik karena meskipun mereka berbeda gaya mereka punya kesamaan dalam hal mental, sama keras tidak mau mundur Yabuki punya mental samurai yang tahan ujian.
Sedangkan Alvarado punya mental pejuang jalanan yang pantang gentar.
Baca juga:
Saya pribadi sedikit menjagokan Yabuki, bukan karena petinju tuan rumah tapi karena dia punya momentum yang luar biasa.
Setelah dua kemenangan beruntun atas lawan tangguh rasa percaya diri nya sedang tinggi tinggi nya.
Bertarung di kandang sendiri jelas jadi energi tambahan tapi saya juga tahu kalau ada petinju yang bisa mengacaukan rencana itu Alvarado lah orang nya.
Banyak juara dunia datang dari sana dari Naoya Inoue sampai Kenshiro Teraji, kini Yabuki punya kesempatan untuk menambah daftar itu sekaligus menegaskan bahwa diri nya masih pantas di sebut salah satu petinju Jepang paling tangguh di generasi nya.
Baca juga:
Yabuki yang pernah tumbang tapi bangkit dan Alvarado yang meski di singkirkan berkali kali tetap mengetuk pintu kesempatan dengan tangan berdarah tapi hati teguh.
Entah siapa yang nanti mengangkat tangan. di akhir ronde ke 12 malam itu akan jadi perayaan sejati bagi semangat petinju sejati, bukan hanya sabuk semata tapi keberanian untuk terus maju meski hidup meninju balik.
Prediksi saya pribadi Yabuki menang angka setelah pertarungan keras.
Tapi kalau Alvarado bisa menahan dan menemukan irama duel lebih dulu bisa berbalik arah yang jelas nanti di Tokoname akan jadi malam yang penuh dentuman.
#MasamichiYabuki #FelixAlvarado #TinjuJepang









