Raja Super Welter Bertukar Tahta Jalur WBA 2010–2025

Raja kelas welter bertukar tahta

Divisi ini seperti panggung besar tempat para petinju terbaik memamerkan perpaduan kecepatan pukulan keras dan kecerdikan taktis.

Tapi yang membuat cerita ini pantas di angkat adalah perjalanan gelar WBA dimana tak pernah jauh dari drama, perebutan sengit, raja baru yang terus muncul silih berganti.

Di kesempata kali ini penulis bakal jalan mundur menelusuri perjalanan panjang para penguasa welter super versi WBA, setiap juara mempertahankan kejayaan nya terus sabuk itu berpindah tangan lewat duel panas. dan tiap era melahirkan legenda baru.

Baca juga: Ellyas pical, dari pulau ke tahta dunia.

1. Era Miguel Cotto.

Di kelas ini adalah salah satu momen yang sering luput di bahas padahal penting banget dalam perjalanan sabuk WBA.

Setelah bertahun berkutat di kelas welter Cotto akhir nya memutuskan naik ke 154 lbs pada tahun 2010, keputusan itu bukan hanya naik kelas tapi seperti langkah baru seorang petarung yang sudah menemukan identitas nya.

Tepatnya 5 Juni 2010 di Yankee Stadium lokasi yang terasa megah dan bersejarah cocok untuk penobatan seorang raja baru.

Baca juga: Kabar terbaru Gennady golovkin di tahun 2025

Cotto menantang juara bertahan Yuri Foreman untuk gelar WBA Super World Super Welterweight.

Laga sempat di warnai momen kurang enak ketika lutut Foreman bermasalah namun Cotto tetap menjaga fokus nya, pukulan kiri ke body dan kombinasi terus masuk dengan pelan tapi pasti

Pada ronde ke-9 Foreman akhir nya tak bisa melanjutkan pertarungan di situlah cerita baru di mulai Miguel Cotto resmi menjadi raja jalur WBA.

kemenangan ini menambah daftar prestasi nya sebagai juara dunia di empat divisi sekaligus memperkuat posisi Puerto Rico sebagai salah satu negara paling berpengaruh di kancah PERJOTOSAN.

2. Era Floyd Mayweather Jr.

Tahun 2012 adalah momen yang tak mungkin dil ewatkan saat itu Miguel Cotto baru saja duduk manis di singgasana nya. tapi kemudian datanglah sosok yang rasa nya selalu berada di atas angin.

Floyd MONEY Mayweather Jr petinju yang sejak lama di anggap sebagai teknisi terbaik di muka bumi.

Pada 5 Mei 2012 di MGM Grand Mayweather naik ke 154 lbs untuk menantang Cotto, kala itu banyak yang bertanya apakah Cotto bisa memberi Floyd malam yang SUSAH??

Pertarungan itu sesuai ekspektasi, keras intens dan penuh adu strategi.

Sepanjang 12 ronde bisa dibilang Mayweather menunjukkan kenapa dia di juluki Money bukan hanya karena uang tapi karena akurasi pukulan nya yang benar2 mahal.

Hasil nya kemenangan angka mutlak untuk Mayweather (117–111, 117–111, 118–110), dia resmi menggulingkan Cotto naik menjadi raja baru WBA Super Super Welterweight.

Meski sudah memegang sabuk Mayweather sebenar nya tidak berniat menetap lama di kelas ini, dia kembali turun ke 147 lbs untuk menjalani mayoritas pertarungan nya hanya sesekali naik lagi untuk laga besar atau superfight.

Inilah yang kemudian membuka era baru dalam struktur WBA, munculnya dua RAJA dalam satu divisi, super Champion dan Regular Champion.

Sistem ini sering bikin fans bingung tapi pada saat yang sama memberi lebih banyak petinju kesempatan untuk tampil sebagai juara.

3. Austin Trout – Penjaga Jalur Regular.

Di saat nama besar seperti Mayweather jadi sorotan utama jalur WBA Regular sebenar nya punya cerita sendiri yang nggak kalah menarik.

inilah bagian yang sering terlupakan oleh banyak penggemar padahal beberapa pertarungan paling JUJUR terjadi disini tanpa hiruk pikuk superfight atau drama promotor besar.

Salah satu tokohnya adalah Austin No Doubt Trout petinju kidal asal New Mexico.

Pada 19 Februari 2011 Trout bertandang ke Guadalajara Meksiko berhasil merebut sabuk WBA Regular dengan mengalahkan Rigoberto alvarez yang tak lain adalah kakak kandung dari Canelo alvarez.

Kemenangan di kandang lawan selalu punya nilai lebih dan Trout menunjukkan mental kuat sejak awal.

Setelah punya sabuk dia mempertahankan gelar nya beberapa kali melawan David Lopez, Frank LoPorto dan Delvin Rodriguez.

Lalu datanglah momen besar pada 1 Desember 2012 di Madison Square Garden Trout menantang Miguel Cotto mantan pemegang gelar WBA Super.

Prediksi Cotto akan menguasai laga apalagi MSG itu seperti rumah kedua buat Cotto tapi yang terjadi di luar dugaan.

Trout memilih pukulan dengan tepat dan berhasil meredam tekanan Cotto sepanjang 12 ronde, kemenangan angka mutlak 117–111, 117–111, 119–109 yang dia raih itu adalah salah satu upset paling menonjol di era modern super welter.

Sejak hari itu status nya sebagai raja jalur WBA Regular bukan lagi formalitas dia benar2 membuktikan nya.

Namun kejayaan Trout ini tidak berlangsung lama, nama Saul Canelo alvarez datang seolah ingin membalas kekalahan sang kakak waktu itu.

4. Canelo alvarez Raja Muda Jalur WBA Regular.

Hari itu Trout datang sebagai juara WBA Regular sementara Canelo membawa sabuk WBC Super Welterweight.

Pertarungan unifikasi ini jadi salah satu duel paling panas tahun itu bukan cuma karena sabuk nya tapi karena dua gaya yang sangat berbeda bertemu di waktu yang tepat.

Canelo memberikan kejutan setelah menjatuhkan trout di ronde ke 7, itu satu satu nya knockdown dalam seluruh karir Trout dan itu menunjukkan seberapa kuat Canelo sebenar nya.

Setelah 12 ronde berjalan penuh taktik Canelo menang angka mutlak dengan skor 115–112, 116–111 dan 118–109.

Sabuk WBA Regular berpindah tangan menyatukan gelar WBA dan WBC di pinggang Canelo.

inilah momen yang benar-benar mengangkat Canelo ke level superstar global tapi beberapa bulan kemudian Canelo mendapat tantangan terbesar, floyd Mayweather Jr pemilik sabuk WBA Super Laga yang akan mengubah arah karir nya.

5. Pertemuan Dua Raja: Mayweather vs Canelo.

Semua orang kompak jika bicara duel yang paling membekas di era modern adalah pertemuan Floyd Mayweather Jr dan Saul Canelo alvarez.

Pada 14 September 2013 di Las Vegas itu memang seperti acara wajib bagi semua penggemar, dua raja dari dua jalur berbeda akhir nya bertemu di satu ring.

Mayweather sang penguasa WBA Super dan Canelo yang membawa sabuk WBA Regular plus WBC.

Mayweather tampil layak nya seorang maestro, salah satu demonstrasi paling apik soal bagaimana BOXING IQ bisa mengalahkan kekuatan.

Canelo memang mencoba menekan tapi semakin dia berusaha mengejar jelas bahwa Mayweather mengendalikan nya seperti bermain PETAK UMPET.

Setelah 12 ronde penuh pelajaran keputusan akhirnya pun keluar Mayweather menang majority decision (114–114, 116–112, 117–111).

Hasil ini banyak di pertanyakan, tapi apa pun itu Floyd tetap jadi penguasa mutlak setelah menyatukan sabuk WBA Super, WBA Regular dan WBC Super Welterweight.

Namun Floyd tidak betah lama di kelas ini dia kembali fokus ke kelas welter sabuk 154 lbs pun kembali kosong seolah menunggu raja baru untuk mengisi singgasana nya.

6. Erislandy Lara 2014–2018.

Pilihan yang akhir nya muncul adalah Erislandy Lara petinju kidal asal Kuba yang terkenal dengan gaya licin dan kecerdasan ring nya.

Pada 21 Desember 2013 Lara menang atas Austin Trout dalam perebutan gelar WBA Regular yang lowong.

Pertarungan itu pergantian era Trout yang sebelum nya menjaga jalur Regular kini di geser oleh Lara yang lebih teknikal.

Karena di atas nya tidak ada juara Super aktif Lara kemudian diangkat menjadi WBA Super Champion pada 2014, sejak saat itu wajah jalur WBA benar2 berubah.

Selama 4 tahun Lara mempertahankan sabuk nya melawan nama seperti Ishe Smith, Vanes Martirosyan sampai Delvin Rodriguez.

Meski gaya Lara sering di anggap KURANG SERU oleh sebagian penonton yang suka baku hantam di situlah ke indahan tinju teknis terlihat, namun setiap raja punya akhir masa jaya.

Pada 7 April 2018 Lara harus menghadapi petarung muda yang sedang panas panas nya bernama Jarrett Hurd datang dalam duel unifikasi WBA dan IBF.

Pertarungan itu berlangsung seru penuh ayunan tapi knockdown di ronde terakhir menjadi penentu yang menyakitkan bagi Lara.

Hurd menang split decision, era Lara pun berakhir tepat di malam itu, meski begitu kalo dominasi Lara selama 4 tahun tetap layak di sebut salah satu periode paling stabil dalam sejarah WBA Super Welterweight modern.

7. Era Jarrett Hurd 2018–2019.

Pada puncak kejayaan nya terutama sepanjang 2018 hingga awal 2019 Hurd di anggap sebagai raja sejati super welter.

Dia memegang dua sabuk dunia dan mengalahkan nama besar salah satu kemenangan paling mencolok adalah saat dia mempertahankan gelar melawan Jason Welborn pada Desember 2018.

Hurd menang KO ronde ke 4 dengan power yang BERISIK seolah menunjukkan bahwa sabuk di pinggang nya bukan hadiah itu hasil kerja keras.

Namun masa kejayaan tidak lama, kejatuhan Hurd datang jauh lebih cepat dari yang banyak orang duga.

8. Julian Williams Gulingkan Sang Raja 2019.

Pada 11 Mei 2019 itu kebanyakan orang mengira Jarrett Hurd bakal menang santai tapi yang terjadi hari itu muncul seorang penantang dari Philadelphia bernama Julian J-Rock Williams.

Petinju yang dari luar mungkin tak kelihatan sangar tapi cara dia membaca pertahanan lawan sangat teliti.

Di ronde ke 2 Hurd di jatuhkan, momen itu langsung bikin suasana berubah total.

Selama 12 ronde J-Rock hadir seperti orang yang punya jawaban untuk semua pertanyaan Hurd, akhir nya tiga juri sepakat 116–111, 115–112, 115–112 untuk Williams.

Ini salah satu upset paling paling BERKELAS di divisi 154 lbs bukan karena Hurd jelek tapi karena Williams tampil JOOZZZ dari awal sampai akhir.

Julian Williams sendiri sayang nya tidak lama menikmati sabuk nya.

Awal 2020 dia di kalahkan Jeison Rosario kekalahan yang juga bikin publik geleng geleng, karena berbagai masalah promotor, mandatory challenger dan kebiasaan WBA yang suka bongkar pasang gelar sabuk WBA jalur utama kembali KOSONG SECARA POLITIS.

Dari sinilah muncul nama petinju Argentina yang akhir nya bakal jadi pewaris berikut nya bernama BRIAN CASTANO.

9. Era Brian Castano.

Dia datang dari Argentina dengan gaya bertarung yang tidak neko-neko, maju, tekan, hantam.

Ada sedikit aura legenda lama seperti Carlos Monzon walaupun level nya beda jauh.

Castano ini bukan langsung masuk ke jalur WBA Super tapi ke jalur WBA Regular jalur versi kedua yang kadang bikin bingung mana juara sesungguh nya.

Castano mulai muncul serius di radar WBA ketika dia menang gelar interim pada 26 November 2016 habis menumbangkan Emmanuel De Jesus lewat TKO ronde 6.

Dua tahun kemudian tepat nya 10 Maret 2018 dia resmi naik jadi juara WBA Regular usai menghabisi Cedrick Vitu di Paris, yang paling menarik ketika Castano harus mempertahankan gelar nya melawan mantan raja WBA Super Erislandy Lara.

Duel 2 Maret 2019 itu teknis tapi juga keras, castano punya volume dan tekanan sementara Lara seperti biasa licin, pintar dan efisien, hasil nya Imbang Split draw.

Setelah duel itu WBA malah bikin jalur makin belibet.

Lara kembali di nobatkan sebagai juara kebijakan internal WBA soal pemisahan Super dan Regular.

sementara posisi Castano makin ambigu, dari pada terjebak di jalur yang ABU ABU Castano mengambil keputusan sangat tepat
cabut dari WBA Regular dan fokus ke jalur WBO, keputusan itu terbukti jitu.

Pada 13 Februari 2021 di California Castano mengalahkan Patrick Teixeira dan resmi jadi juara WBO Super Welterweight.

Kemenangan ini yang akhir nya membuka jalan menuju duel megah melawan Je rmell Charlo si pemegang tiga sabuk WBA Super, WBC dan IBF.

Jadi penting di catat…dalam Charlo vs Castano sabuk WBA Super ada di tangan Charlo castano hanya bawa WBO.

Maka nya duel itu jadi pertarungan unifikasi besar besaran yang akhir nya menentukan siapa raja sejati divisi 154 lbs.

Masa ketika WBA masih punya dua juara Super dan Regular sebelum akhir nya mulai merampingkan gelar SUPER CHAMPION sebagai jalur utama yang di akui dunia.

10. Era Jermell Charlo.

Era Jermell Charlo ini adalah fase paling megah dalam sejarah WBA Super Welter.

Charlo bukan cuma juara tapi MACAN yang duduk di puncak rantai makanan, saat Brian Castano mulai bersinar di jalur WBO pada 2021 sabuk WBA Super sendiri sudah aman di tangan Charlo sejak 2020 hasil kemenangan brutal atas Jeison Rosario.

Pertarungan besar itu akhir nya datang pada 17 Juli 2021.

Arena nya pun megah AT&T Center San Antonio tempat yang cocok untuk duel penyatuan empat sabuk WBA Super, WBC, IBF, dan WBO.

Dari ronde awal Castano memang bikin Charlo mundur.

Tekanan nya gila gilaan tapi Charlo mengandalkan jab dan hook kanan yang selalu jadi ancaman.

Setelah 12 ronde hasil nya imbang, 114–113 Castano, 117–111 Charlo 114, draw ini adil Kedua nya punya momen kuat tapi status raja 154 lbs belum berubah.

Rematch: Charlo vs Castaño II 2022.

Kali ini Charlo datang dengan misi balas dendam bukan karena marah tapi karena dia ingin memastikan sejarah mencatat nama nya sebagai yang terbaik.

Charlo tampil sempurna malam itu, hingga akhir nya ronde ke 10 menjadi akhir segala nya.

Charlo mendaratkan kombinasi uppercut hook yang telak Castano jatuh, bangkit tapi sudah terlihat PUYENG, beberapa detik kemudian Charlo melepas rangkaian pukulan lanjutan wasit pun menghentikan laga.

Dengan itu Jermell Charlo resmi menjadi Undisputed Super Welterweight Champion, namun Tahta ini nggak berlangsung selama nya.

Pada 30 September 2023 Charlo naik ke 168 lbs buat menantang Canelo alvarez, langkah ini membuat sabuk nya satu per satu lowong termasuk gelar WBA Super yang akhir nya harus di lepas.

Walau begitu Charlo tetap yang paling megah petinju pertama yang berhasil menyatukan empat sabuk di Super Welter dalam era saat ini.

Begitu sabuk WBA Super di lepas muncullah penerus baru dari Uzbekistan bernama israil Madrimov yang akan mengisi berikut nya dalam kejuaraan WBA.

11. Era Israil Madrimov.

Dari dulu kita jarang lihat petinju Asia Tengah naik sampai level juara dunia kelas 154 lbs jalur utama dan Madrimov datang dengan gaya yang bertenaga tapi tetap punya sentuhan teknikal ala SEKOLAH TINJU UZBEKISTAN.

Perebutan Sabuk Kosong: Madrimov vs Kurbanov 3 Agustus 2024.

Pertarungan perebutan di gelar 3 Agustus 2024 di BMO Stadium Los Angeles melawan petinju Rusia Magomed Kurbanov.

Menurut saya ini bukan hanya perebutan sabuk tapi dari dominasi Amerika ke bangkit nya petinju Asia Tengah.

Sejak ronde pertama Madrimov memperlihatkan kenapa dia di juluki THE DREAM, hook kiri cepat, uppercut NGERRI, Footwork agresif khas Uzbekistan dan tekanan tanpa jeda.

Di ronde ke 5 Madrimov melepaskan kombinasi uppercut+hook kanan yang telak mendarat di rahang Kurbanov wasit langsung menghentikan laga.

Israil Madrimov Juara Dunia WBA Super Super Welterweight.

Ini momen spesial. karena untuk pertama kali dalam sejarah sabuk WBA Super 154 pon jatuh ke tangan petinju Uzbekistan.

Begitu Madrimov di nobatkan sebagai raja baru langsung muncul kabar besar, Terence Bud Crawford akan naik ke kelas 154 lbs dan menargetkan gelar WBA Super milik Madrimov.

12. Era Terence Crawford.

Setiap kali NGEHIBAH Terence Crawford saya selalu merasa kayak lagi nonton babak baru, ada petinju yang hebatdan ada Crawford yang sudah masuk kategori LANGKA.

Semua mata langsung tertuju ke duel melawan Israil Madrimov si monster dari Uzbekistan.

Satu yang selalu saya kagumi dari Crawford adalah cara dia mikir, petinju lain kadang naik kelas karena udah bosan atau kejar uang tapi Crawford beda, inilah yang bikin karir nya terlihat mulus tanpa noda dia tak pernah gegabah.

Dalam beberapa wawancara Crawford bilang kalau misi nya bukan cuma menambah koleksi sabuk, kata nya dia ingin menulis ulang sejarah kelas super welter.

Dari ronde awal Madrimov ngebet masuk nyerang badan dan merusak gaya main crawford.

Masuk ronde tengah kontrol sepenuh nya beralih ke tangan Crawford, jab mya makin tajam switch stance-nya makin gila dan mental Madrimov mulai kelihatan tergerus habis.

Setelah 12 ronde penuh hasil nya Crawford menang angka mutlak.
Skor juri 117–111, 116–112, 118–110.

Dengan kemenangan ini Crawford resmi jadi juara dunia empat divisi dari 135 sampai 154 pon, yang lebih gila lagi rekor nya tetap bersih 41-0 GUENDENG TENAN bro.

Belum satu tahun setelah menghabisi Madrimov. Crawford bikin heboh lagi.

Dia naik dua kelas langsung ke super middleweight (168 lbs) untuk menantang Canelo Alvarez, pertarungan megah ini di gelar 13 September 2025 di T-Mobile Arena bertepatan sama Mexican Independence Weekend yang jadi tradisi wajib untuk Canelo.

Banyak orang bilang Crawford bakal kalah fisik kalah power dan ukuran, tapi ini Bud Petinju yang selalu bikin kejutan.

Selama 12 ronde Crawford bikin Canelo berasa seperti mengejar HANTU, Kaki silang silang dan counter nya menelusup dengan tiba tiba.

Akhir nya Crawford menang angka mutlak lagi, dia merebut semua sabuk undisputed 168 lbs—WBA, WBC, IBF, WBO.

Crawford kini jadi petinju pertama dalam sejarah juara dunia 5 divisi dan dua kali undisputed di dua kelas berbeda pencapaian level legenda.

Andai saja Sugar Ray Robinson dan Henry Armstrong masih hidup pasti manggut manggut lihat prestasi nya.

Kini kita tinggal menunggu apakah sabuk ini akan berpindah ke generasi baru atau akan muncul sosok lain yang punya nyali sebesar Crawford???

#TinjuDunia #KelasSuperWelter #WBC #MannyPacquiao #WBA

Scroll to Top