Hari ini seorang petinju jatu besok dia bangkit dengan cara yang membuat siapa pun memberi hormat.
Ada kekalahan yang menampar harga diri, ada juga kekalahan yang justru mengubah seorang petinju menjadi versi terbaik dari diri nya.
Di momen seperti itulah kita menyaksikan satu yang tak pernah gagal bikin publik merinding balas dendam paling MANTAP yang hanya bisa lahir dari tinju.
Baca juga: Balas dendam terbaik sepanjang masa
Bukan balas dendam yang penuh amarah bukan pula dendam yang di bawa sampai keluar ring.
Justru balas dendam terbaik di tinju hampir selalu di sajikan lewat disiplin, tekad yang di bangun pelan atau lewat jalan yang tak semua orang berani masuki.
Kalau Anda pecinta tinju pasti tahu rasa nya melihat seorang jagoan tumbang di malam yang salah.
di situlah balas dendam di tinju berubah menjadi seni, sesuatu tidak butuh kata cukup dua tangan terangkat dan satu keputusan juri atau satu pukulan penutup untuk menjelaskan semua.
Ngomongin duel kelas berat yang paling bikin penasaran di akhir tahun nama Arslanbek Makhmudov dan David Allen pasti masuk daftar.
Bukan cuma karena gaya mereka beda tapi karena kedua nya datang dengan cerita yang lumayan gila.
Makhmudov raksasa yang pukulan nya bisa penonton menganga, Allen petinju yang kalau urusan tahan pukul rasa nya dia bisa tetap berdiri walau di tabrak truk, ini bukan hiperbola track record mereka membuktikan itu.
Kalian lihat Makhmudov 36 tahun tubuh tinggi besar hampir dua meter, langkah nya mungkin tidak secepat petinju teknis tapi tiap kali dia maju suasana ring berubah.
Power puncher kelas berat sejati dan dia tidak pernah menyembunyikan kenyataan itu, dia selalu datang dengan misi hantam duluan dan kalau bisa akhiri semua nya sebelum penonton sempat duduk tenang.
Jab keras nya sering di pakai sebagai pembuka jalan lalu straight kanan yang biasa nya jadi penutup.
Tentu saja kelebihan seperti itu punya sisi lain, power besar biasa nya datang dengan resiko besar juga.
Dua kekalahan Makhmudov sebelum nya bukan karena dia kurang garang justru karena dia terlalu SEMBRONO, saat dia menyerang badan nya sering terbuka.
Footwork nya tidak seberapa cepat dan ketika pertarungan masuk ronde panjang tenaga nya turun drastis.
itulah harga yang harus di bayar oleh petinju yang mengandalkan tenaga besar.
Baca juga:
Sekarang beralih ke Allen beda nya seperti bumi dan langit, Allen bukan petinju yang hidup dari power semata.
Dia mengandalkan timing, ketenangan dan kemampuan menerima pukulan yang kadang bikin orang geleng geleng, banyak petinju kelas dunia sudah menguji nya seperti Dillian Whyte, David Price, sampai Luis Ortiz.
Allen sering keluar dari ring dengan langkah masih stabil seolah tahan banting itu sudah bawaan lahir.
Masalah nya Allen ini juga punya sisi SUSAH DI TEBAK, kadang dia tampil tajam, kadang dia seperti orang yang baru di bangunkan lima menit sebelum naik ring.
Konsistensi bukan teman nya, kondisi fisik pun tidak selalu sempurna tapi ketika dia sedang on-fire itu cerita berbeda.
Kita semua lihat itu waktu rematch melawan Johnny Fisher yang awal nya terkesan bakal jadi pengulangan dari pertemuan pertama mendadak berubah total.
Allen baca gerak Fisher tahan dulu tekanan lawan, lalu di ronde ke 5 Hook keras, body shot, uppercut Fisher tumbang dua kali. Sudut nya menyerah dan Allen menang TKO.
malam itu orang orang mulai ingat bahwa petinju satu ini selalu punya kejutan terselip di balik wajah santainya.
Lalu lihat juga bagaimana Makhmudov datang ke pertarungan ini, setelah sempat rontok di beberapa duel penting dia membalas dengan cara yang sangat JOZZZ.
Makhmudov vs Ricardo Brown sama sama pemukul besar juga datang dengan modal KO.
Tapi duel itu cuma bertahan satu ronde, Brown sempat coba uji kekuatan lewat jab dan kombinasi hook tapi satu kanan lurus Makhmudov merusak semua rencana.
Brown runtuh dan raksasa Rusia Kanada itu menghitung cepat menyerang tanpa jeda.
Hanya butuh 1 menit 51 detik sampai wasit berkata cukup.
Jadi mari kita bayangkan atmosfer yang di bawa kedua petinju menjelang 11 Oktober di Sheffield, makhmudov datang sebagai monster yang baru bangkit kembali, Allen kembali sebagai pahlawan lokal yang baru saja menunjukkan bahwa dia masih jauh dari selesai.
Yang bikin duel ini seperti teka teki adalah benturan “power versus durability”. Makhmudov itu pemukul alami sekali telak selesai.
Sedangkan Allen petinju yang bahkan kalau di pukul tajam belum tentu selesai.
Banyak petinju bingung menghadapi tipe seperti ini, mereka sudah lempar power terbaik tapi lawan nya masih berdiri dan bahkan tersenyum, ketika lawan mulai capek Allen biasa nya mulai bekerja.
Bicara skenario ronde awal hampir pasti milik Makhmudov, dia tidak suka memperlama urusan.
Pasti akan menekan dari detik pertama memaksa Allen mundur mencoba buka pertahanan lewat jab dan langsung lempar bom Allen tahu itu.
kalau Allen bertahan dari empat ronde pertama tanpa knockdown pertandingan berubah total.
Ini bukan opini riwayat duel duel Makhmudov sudah memperlihatkan pola itu.
Di ronde tengah adalah wilayah Allen, jika Makhmudov melambat Allen bisa mulai memotong nafas lawan lewat body shot.
Semakin dalam pertarungan berjalan semakin kecil peluang Makhmudov untuk menjaga presisi pukulan nya, Allen bisa mencuri poin atau bahkan mendorong Makhmudov ke batas stamina.
Tapi power Makhmudov itu bukan hal sepele, Sekali saja Allen melakukan kesalahan posisi kecil yang biasa nya tidak berdampak besar pun bisa berubah jadi KO.
Maka nya prediksi nya sulit, tidak bisa di bilang seimbang tapi juga tidak bisa di bilang berat sebelah.
jika di paksa memilih gambaran adalah Allen bertahan cukup lama untuk bikin laga hidup, tapi sebelum duel masuk ke wilayah aman untuk diri nya Makhmudov mendaratkan sesuatu yang besar.
Prediksi penulis Makhmudov menang KO ronde 5 atau 6.
Duel tidak berlangsung cepat sekali tapi juga tidak cukup panjang untuk memberi Allen keuntungan stamina, tentu saja kalau Allen sukses melewati rintangan di awal kita bisa lihat pertarungan berubah jadi kisah underdog yang di catat fans Inggris bertahun tahun ke depan.
Tapi secara logika power selalu menang terhadap durability apalagi di kelas berat.
Sebagai pelengkap event ini makin menarik karena undercardnya penuh bakat Inggris, dari Josh Padley sampai Leo Atang ini semacam festival tinju lokal.
Terlepas dari semua analisis malam di Sheffield akan menjadi panggung untuk gaya brutal menghadapi gaya keras nya body.
#DavidAllen #ArslanbekMakhmudov









