Profil Alan Picasso Top Prospek Masa Depan Dari Mexico

Profil Alan Picasso top prospek 2025

Meksiko seakan tidak pernah kehabisan petarung berbakat ada satu nama yang mulai sering di sebut sebut belakangan ini Alan David Picasso Romero.

Anak muda yang di juluki El Rey ini mungkin belum sepopuler nama besar seperti Canelo alvarez atau Julio Cesar Chavez jr, tapi pelan pelan langkah nya mulai terdengar sampai ke telinga para penggemar tinju dunia.

Lahir pada 22 Juli 2000 di Meksiko, Picasso tumbuh di negeri yang sudah lama terkenal sebagai pabrik petarung sejati.

Baca juga: Duel rematch conor benn vs chris eubank jr.

Di usia yang masih 25 tahun, Alan Picasso sudah punya catatan yang bikin banyak orang angkat topi, 32 kemenangan tanpa sekalipun kalah dan satu hasil imbang.

Dari semua kemenangan itu 17 di antara nya dia menangkan lewat KO, angka itu gambaran jelas tentang konsistensi, disipli dan ambisi seorang anak muda yang sedang menuju puncak dunia.

Kalau melihat gaya bertarung nya kita langsung bisa tahu kalau Picasso memang lahir dari tradisi tinju Meksiko yang selalu haus duel terbuka.

Tapi yang bikin dia beda adalah kecerdasannya di atas ring.

Picasso bukan tipe petinju yang asal maju dan main adu nyali tapi dia tahu kapan momen terbaik buat melancarkan kombinasi pukulan, dia juga punya variasi serangan yang cukup luas mulai dari body shot tajam sampai kombinasi hook yang bisa bikin lawan kehilangan arah.

Unik nya lagi perjalanan Alan Picasso menuju karir profesional bisa di bilang tak biasa.

Banyak petinju elite yang menghabiskan waktu bertahun tahun di level amati tapi Picasso justru langsung terjun ke dunia profesional di usia 16 tahun.

Biasa nya umur segitu kebanyakan remaja baru mikirin sekolah atau nongkrong sama teman tapi Picasso sudah berani naik ring menghadapi lawan yang jauh lebih berpengalaman.

Debut nya terjadi pada 25 Maret 2017 melawan José Antonio Arrellano.

Waktu itu banyak yang menganggap Picasso cuma anak muda yang nekat, tapi begitu bel di bunyikan semua pandangan itu berubah.

Pertarungan berlangsung ketat dan keras tapi Picasso menunjukkan semangat luar biasa, terus maju menolak mundur dan siap menukar pukulan kapan saja, hasil nya dia menang lewat split decision.

Menurut saya pribadi kemenangan debut itu punya makna lebih dari angka di rekor, ini bukti bahwa mental juara sudah ada dalam diri nya sejak awal.

Tak heran kalau sejak saat itu langkah nya terus stabil dari satu pertarungan ke pertarungan berikut nya.

Beberapa tahun kemudian tepat nya pada 21 Desember 2019, kesempatan besar datang, picasso di tunjuk untuk bertarung memperebutkan sabuk WBC Youth Intercontinental Super Bantamweight yang saat itu lowong.

Lawan nya adalah Anthony Jimenez Salas dan buat Picasso duel ini jadi ujian seberapa jauh dia sudah berkembang.

Banyak yang meragukan karena usia nya masih muda dan pengalaman internasionalnya belum banyak, namun dia membungkam semua lewat performa di atas ring.

Dari ronde pertama sampai ronde terakhir Picasso tampil dominan, Jab yang dia tunjukkan membuat Jimenez Salas kesulitan menembus pertahanan.

Setiap kali lawan mencoba menyerang Picasso punya jawaban dengan kombinasi yang cerdas dan berimbang, akhir nya tiga juri sepakat memberi kemenangan mutlak untuk Picasso.

Dengan begitu di usia 19 tahun dia resmi menyandang sabuk juara internasional pertama nya.

Buat banyak orang itu cuma awal, tapi bagi Picasso sabuk pertama itu seperti tanda lahir, dari bocah muda yang dulu cuma di anggap biasa saja sekarang dia sudah masuk petinju masa depan Meksiko.

Pada 15 Juli 2023 dia menjalani salah satu duel paling penting dalam karir nya melawan petinju afrika selatan sabelo Ngebinyana.

Pertarungan ini memperebutkan sabuk WBC Silver Super Bantamweight gelar bergengsi yang biasa nya jadi tiket menuju perebutan sabuk dunia.

Sejak awal Picasso langsung menguasai jalan nya laga, dia menekan tanpa henti mengatur serangan dengan jab kanan dan menghantam tubuh lawan dengan pukulan ke perut yang terukur tapi menyakitkan.

Ngebinyana sempat mencoba meladeni tapi serangan Picasso datang bertubi tubi.

Di ronde ke 5 tekanan itu semakin gila, sebuah kombinasi uppercut dan hook kiri membuat Ngebinyana nyaris roboh.

Lalu di ronde ke6 semua nya berakhir, setelah menerima rentetan pukulan tanpa henti pelatih Ngebinyana akhir nya melempar handuk putih Picasso menang TKO.

Banyak yang mulai membandingkan nya dengan para legenda Meksiko lain dan sebagian media malah menyebut nya penerus MORALES DAN BARRERA.

Sejak kemenangan itu peringkat dunia Picasso langsung naik, dia sudah menembus posisi delapan besar di divisi featherweight versi ranking independen.

Saat ini fokus utama Picasso justru tetap di kelas super bantam (122 lbs) karena di sanalah dia merasa berpeluang merebut sabuk dunia.

Yang paling heboh adalah kabar bahwa Desember 2025 nanti, Alan El Rey Picasso di jadwalkan menantang Naoya Inoue di Riyadh Arab Saudi.

Berbicara soal Inoue semua orang tahu reputasi nya, kecepatan, kekuatan dan insting pembunuh nya di atas ring sudah di akui banyak lawan.

Jadi waktu kabar duel ini keluar banyak yang bilang Picasso gila, terlalu muda dan cepat menghadapi inoue.

Secara fisik Picasso punya beberapa keunggulan, tinggi nya lebih dari Inoue dan jangkauan nya juga lebih panjang.

Dengan gaya menyerang khas Meksiko dan kombinasi tubuh ke kepala yang efektif Picasso bisa memanfaatkan jarak buat menekan tanpa harus adu power secara langsung.

Tentu saja ada tantangan nya besar, inoue itu bukan hanya petinju dengan pukulan keras dia juga punya IQ tinju tinggi di atas rata rata, satu kesalahan kecil bisa langsung jadi bencana.

banyak legenda dan komentator tinju ikut nimbrung memberi pendapat tentang duel ini.

Juan Manuel Márquez bilang bahwa Picasso punya semangat khas Meksiko tapi melawan Inoue itu ujian kesabaran dan teknik bukan hanya adu nyali.

Nonito Donaire yang pernah merasakan pukulan Inoue juga ngingetin, kalau Picasso terlalu berani menukar pukulan bisa bahaya.

Dari sisi analis banyak yang memprediksi Inoue tetap unggul sekitar 70%, alasan nya pengalaman, power dan efisiensi.

Tapi tetap ada sekitar 30% kemungkinan bahwa Picasso bisa bikin kejutan besar apalagi kalau dia bisa bertahan di ronde awal membuat Inoue tak berkutik dengan jangkauan nya.

Beberapa pengamat percaya kalau duel berlangsung panjang stamina dan keberanian Picasso bisa jadi faktor pembeda.

Kalau penulis bilang duel ini bukan cuma siapa yang menang tapi tentang bagaimana Picasso menghadapi tekanan terbesar dalam karir nya.

Kalau dia bisa tampil tenang memanfaatkan reach dan tetap disiplin inoue bukan lawan yang mustahil untuk di tandingi, tapi kalau terlalu emosional dan asal maju ya bisa selesai cepat juga.

Buat para penggemar tinju ini pasti jadi salah satu yang paling di tunggu di penghujung tahun.

Sebab di balik semua prediksi dan statistik tinju selalu punya ruang buat kejutan, siapa tahu desember nanti kita akan menyaksikan lahir nya bintang besar baru dari tanah meksiko Alan El Rey”] Picasso sang raja muda yang berani menantang monster dunia.

#NaoyaInoue #AlanPicasso

Scroll to Top