Ayah Teofimo Lopez Bongkar Masa Lalu Rolly Romero: “Kamu Palsu, Bukan Teman Kami!”

Ayah Lopez bilang Romero bukan teman

Pertarungan Teofimo Lopez melawan Rolando Rolly Romero pada 22 Agustus nanti ternyata ada cerita panjang yang selama ini tidak banyak di ketahui publik.

Suasana konferensi pers yang awal nya berjalan tenang tiba tiba berubah riuh bukan karena saling mengancam dan kemampuan di atas ring tapi hubungan pribadi mereka yang akhir nya di bongkar di depan media.

Mereka berdua memang bukan orang asing satu sama lain dan sudah saling mengenal sejak lama, pernah berlatih bersama bahkan beberapa kali menjalani sesi sparring, seiring berjalan nya waktu hubungan yang dulu terlihat akrab berubah menjadi penuh sindiran yang membawa nya ke dalam ring.

Persahabatan kedua nya tak jauh beda dengan Lopez dan Shakur Stevenson yang dulu nya satu sasana di bawah Top Rank, ending nya juga saling adu jotos sama persis ketika dua sahabat Simon Brown dan Maurice Blocker di tahun 90 an memperebutkan gelar IBF.

Hal itu mulai terlihat ketika Teofimo Lopez di tanya mengenai perasaan nya menghadapi petinju yang sudah lama di kenal nya, dia mengatakan mereka saling mengenal cukup baik, kedua nya mengetahui hal hal yang bisa memancing emosi, Teofimo juga menyebut mereka mengetahui beberapa rahasia yang tidak di ketahui banyak orang.

Suasana semakin memanas ketika ayah sekaligus pelatih nya Teofimo Lopez Sr ikut angkat bicara.

Dia membongkar kisah lama yang selama ini belum pernah di ceritakan secara terbuka, menurut Lopez Sr Rolly bukanlah teman seperti yang selama ini di anggap banyak orang.

“Bukan, kamu tidak pernah menjadi teman kami,” ucapnya

Kemudian menceritakan bahwa saat pertama kali datang berkunjung Rolly hanya berusaha mendekati Teofimo yang saat itu mulai di kenal publik bahkan menuding mencari perhatian dengan memanfaatkan nama anak nya.

Belum berhenti sampai di situ Lopez Sr juga mengungkap pernah memukul dada Rolly ketika bertemu dengan nya.

Alasan pemukulan itu setelah Rolly mulai berlatih dengan Gervonta Tank Davis, hubungan mereka langsung berubah, tidak pernah lagi saling sapa maupun berbicara seperti sebelum nya.

“Saya memukul dadamu dan bilang, kamu bahkan bukan teman yang sungguhan,” kata Lopez Sr.

Rolly sendiri tidak terpancing emosi berlebihan, dia tetap berusaha meredam situasi dengan mengatakan bahwa tetap menyayangi Teofimo seperti adik nya sendiri.

Kemudian Teofimo Lopez mengeluarkan beberapa barang dari dalam tas yang di bawa nya sebagai bahan sindiran kepada Rolly, salah satu momen yang paling mengundang tawa terjadi ketika Teofimo memberikan sepasang kaki mainan kepada Rolly sambil menyindir bahwa lawan nya memiliki kegemaran terhadap kaki.

Candaan itu langsung di balas Rolly, kalau memang ingin memberikan hadiah setidak nya pilih kaki yang lebih bagus, momen itu membuat seluruh ruangan tertawa, meski di balik candaan itu tetap ada ketegangan yang belum selesai di antara mereka.

Di balik semua sindiran itu Rolly masih menunjukkan rasa hormat, dia mengaku sangat menghargai Teofimo dan keluarga nya sudah bersedia menerima pertarungan karena tidak mudah mendapatkan lawan dalam beberapa bulan terakhir, sebab itu dia berterima kasih kepada Teofimo yang bersedia naik kelas dan langsung menantang nya.

Teofimo juga mengakui bahwa pertarungan ini memiliki arti besar, manajemen nya sempat menawarkan lawan yang lebih mudah untuk debut di kelas welter tapi dia menola memilih langsung menghadapi juara dunia.

Ini adalah kesempatan emas untuk kembali juara setelah sebelum nya gelar WBO ringan super di rampas oleh Shakur Stevenson januari lalu.

Dia juga ingin membungkam para pengkritik yang bilang bahwa masa terbaik nya hanya terjadi saat mengalahkan Vasyl Lomachenko yang kini sudah pensiun.

Menjelang akhir konferensi pers kedua petinju kembali di tanya apakah masih ada persoalan pribadi yang tersisa, jawaban Teofimo semua masalah sudah waktu nya di selesaikan di atas ring, dia menyebut tinju adalah olahraga para gentleman, bila memang ada persoalan maka tempat terbaik untuk menyelesaikan nya adalah dengan mengenakan sarung tinju bukan di luar arena.

Sementara Rolly meskipun beberapa kali terlibat adu mulut dia tetap menganggap sebagai adik bahkan dia mengatakan jika suatu hari harus kehilangan sabuk nya lebih rela kehilangan nya kepada Teofimo di banding kepada petinju lain.

Kata itu menjadi penutup yang nanti nya akan di buktikan di T-Mobile Arena Las Vegas.

#TeofimoLopez #RolandoRomero #WBA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top