Bertarung di kandang sendiri biasa nya menjadi tempat yang nyaman bagi petinju Inggris dan memberi keuntungan tambahan, namun semua itu tidak banyak membantu Charlie Edwards saat berhadapan dengan Sikho Nqothole.
Datang jauh jauh dari afrika selatan Nqothole tidak terlihat seperti petinju yang datang hanya untuk mengisi slot eliminator, dia memang niat untuk membawa pulang tiket menuju pertarungan gelar dunia IBF.
Setelah 12 ronde yang cukup melelahkan Nqothole keluar sebagai pemenang mutlak lewat keputusan juri dan kini tinggal selangkah lagi menuju sabuk juara dunia.
Hasil ini sangat menyakitkan bagi Edwards karena kesempatan untuk kembali ke panggung juara dunia kini menjadi jauh lebih berat.
Sejak bel berdentang Nqothole terlihat lebih enjoy di banding yang di perkirakan banyak orang, dia tidak terpengaruh status tuan rumah seperti ada rasa gugup atau tanda tanda terintimidasi, sebalik nya Edwards yang terlihat canggung, di ronde ini pertarungan agak lambat, kedua nya saling mengukur dan membaca arah serangan lawan.
Saat Nqothole melepaskan pukulan kanan mampu menarik perhatian, Edwards masih mampu mengimbangi dari sisi teknik tetapi ketika pertarungan mulai memasuki ronde ke 2 kekuatan fisik Nqothole mulai lebih unggul.
Petinju Afrika Selatan itu tidak hanya memburu kepala tapi juga mengincar tubuh lawan dengan pukulan keras yang perlahan menguras tenaga, trik itu berhasil karena Edwards mulai lebih banyak bergerak memutar ring dan tidak terlalu sering bertukar pukulan dalam posisi dekat.
Pada ronde ke 3 situasi menjadi berbahaya bagi petinju tuan rumah, kombinasi keras membuat keseimbangan nya terganggu dan kaki nya terlihat gemetar, meski mampu bertahan hingga akhir ronde momen itu menjadi tanda bahwa Nqothole bukan lawan yang lemah.
Yang membuat penampilan Nqothole mendapat tepuk tangang adalah cara dia mengatur posisi, biasa nya petinju yang mengandalkan kekuatan pukulan kadang kaku dalam bergerak namun dia cukup lincah.
Ketika Edwards mulai masuk menyerang, dia mundur lalu balasan datang dengan cepat, beberapa kali mantan juara dunia itu kesulitan menemukan target.
Edwards sempat bangkit di pertengahan pertarungan, dia mulai lebih aktif menggunakan kombinasi cepat lalu keluar sebelum di balas, pendukung nya juga mulai hidup dengan teriakan karena merasa jagoan nya mulai unggul.
Namun saat Edwards terlihat membangun momentum Nqothole selalu menemukan cara untuk merebut nya kembali, kadang lewat jab dan pukulan kanan lurus.
Semakin lama laga berjalan Nqothole unggul dalam efisiensi, dia tidak membuang banyak pukulan tapi ketika melepaskan serangan hasil nya lebih terlihat.
Memasuki ronde ke 11 Edwards sadar diri nya mungkin tertinggal dalam perhitungan angka, dia pun mulai memaksa pertarungan berlangsung dengan tempo yang lebih tinggi, menekan lebih keras dan Nqothole bertahan lalu membalas, kedua nya saling mencari peluang yang semakin mendesak menuju akhir.
Kemudian uppercut kanan telak dari Edwards di ronde ini sempat membuat penonton berharap keajaiban akan datang namun Nqothole tidak sama sekali tidak kehilangan kendali.
Dia tetap tenang menjalankan rencana yang sudah di bawa nya sejak awal, masuk ronde terakhir Edwards yakin masih punya peluang mencuri kemenangan beberapa kali dia sempat menunjukkan gestur percaya diri menagankat 1 tangan setelah membuat lawan nya meleset saat memukul.
Tetapi membuat lawan meleset tidak berarti memenangkan ronde, Nqothole lebih banyak mendaratkan pukulan yang telak juga lebih banyak menghasilkan dampak.
Saat kartu skor di umumkan cukup lebar untuk menunjukkan siapa petinju yang lebih efektif, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karir nya, dari petinju yang datang sebagai tamu di kandang lawan dia berubah menjadi penantang resmi gelar dunia IBF junior bantamweight.
Selanjut nya dia akan menunggu pemenang duel antara Willibaldo Garcia dan Andrew Moloney, sementara itu masa depan Edwards mulai menjadi tanda tanya seiring usia nya yang sudah 33 tahun, dia masih punya kemampuan untuk bersaing tetapi kekalahan ini tetap menjadi hambatan.
Dulu Edwards pernah memegang gelar WBC kelas terbang merampas dari tangan Cristofer Rosales lewat angka pada tahun 2018.
Dia hanya mempertahankan nya 2 kali lalu naik kelas sempat meraih sabuk eropa dan WBC internasional sebelum di hentikan oleh Andrew Cain lewat angka tipis.
Baca juga:
#CharlieEdwards #SikoNqothole









