Hasil Mengejutkan! Benavidez Hancurkan Ramirez KO Brutal Ronde Ke 6

Benavidez Hancurkan KO brutal Zurdo Ramirez ronde ke 6

David Benavidez hancurkan Gilberto Zurdo Ramirez di T Mobile Arena memastikan diri nya menjadi juara dunia 3 divisi sekaligus merampas gelar WBA super dan WBO kelas penjelajah.

Sejak bel ronde pertama berbunyi Benavidez tidak banyak membaca terlalu lama dia memaksa tempo tinggi, melepaskan jab tajam dan kombinasi cepat yang membuat Ramirez berada dalam posisi bertahan.

Memasuki ronde ke 2 pertarungan mulai terbuka, kedua nya berdiri di tengah ring saling bertukar pukulan, Ramirez melawan dengan hook dan uppercut keras namun perbedaan nya kecepatan tangan Benavidez jauh lebih unggul, kombinasi nya datang beruntun dan sulit di baca.

Ronde ke 3 Ramirez mendaratkan beberapa pukulan untuk sesaat dia terlihat bisa mengimbangi.

Tapi Benavidez tetap tenang tidak terpancing untuk bertarung liar memilih momen yang tepat untuk masuk dan keluar sambil tetap menjaga akurasi.

Ronde ke 4 dengan waktu kurang dari 8 detik tersisa Benavidez melepaskan rentetan pukulan cepat yang mengguncang Ramirez membuat nya jatuh berlutut, arena langsung riuh momen itu mengubah arah pertarungan secara signifikan dari yang sebelum nya kompetitif menjadi semakin berat sebelah.

Masuk ronde ke 5 Ramirez mencoba bangkit dia keluar lebih agresif pertukaran pukulan kembali terjadi, lagi lagi Benavidez pukulan nya lebih tajam.

Ronde ke 6 menjadi penutup yang brutal, kondisi Ramirez mulai menurun dengan pembengkakan di area mata kanan, Benavidez melihat peluang itu dan langsung memanfaatkan nya.

Serangan demi serangan mendarat tepat sasaran membuat Ramirez kesulitan bertahan hingga akhir nya dalam tekanan yang terus meningkat dia mudur dan kembali berlutut, wasit mulai menghitung tapi tak ada respon duel di hentikan dengan KO.

Kemenangan ini dalah pernyataan David Benavidez menjadi petinju pertama yang berhasil menghentikan Gilberto Ramirez sekaligus mengukir pencapaian besar dengan meraih triple crown gelar dunia.

Meski kalah Ramirez tetap menunjukkan keberanian, dia tidak lari dari pertarungan tetap berdiri dan melawan hingga batas terakhir namun menghadapi versi terbaik Benavidez itu belum cukup.

Setelah laga usai dalam wawancara di atas ring, Benavidez langsung mengarahkan perhatian nya ke Canelo Alvarez yang kebetulan hadir di sisi ring, tantangan itu bukan hal baru tapi kali ini lebih kuat dan layak untuk mereka dalam 1 ring di masa depan.

Sebelum partai puncak ini beberpa pertarungan lain yang juga menampilkan sejarah baru sekaligus drama di balik nya.

Jaime Munguia vs Armando Resendiz.

Jaime Munguia akhir nya menutup lembaran lama yang sempat membayangi karir nya, Dua tahun setelah kekalahan pahit di arena yang sama dia kembali dengan wajah lebih tenang dan siap menghadapi tekanan besar.

Sejak awal pertarungan Munguia tampil tidak lagi terburu buru atau terlalu agresif tanpa arah, dia memilih membangun dengan taktik, setiap pukulan di lepaskan dengan perhitungan.

Ini bukan versi lama Munguia yang hanya mengandalkan tekanan tapi petinju yang sudah belajar dari kesalahan masa lalu.

Tekanan tetap menjadi bagian dari gaya bertarung nya namun kini lebih terkontrol, Perubahan ini terlihat jelas sepanjang pertarungan di mana dia mampu menjaga konsistensi tanpa kehilangan fokus.

Momen penting dalam laga ini datang saat Munguia mulai mengambil alih kendali penuh, Resendiz sempat memberikan perlawanan tetapi tidak cukup untuk mengganggu yang sudah di bangun di awal.

Seiring berjalan nya ronde Munguia tetap berpegang pada strategi dan menunggu momen yang tepat untuk kembali menyerang.

Ketika pertarungan berakhir dan hasil di umumkan, Munguia resmi di nobatkan sebagai juara baru WBA kelas menengah super, gelar itu bukan hanya lambang kemenangan tapi juga tanda bahwa ia telah berhasil bangkit dari masa sulit.

Dengan status juara dunia peluang untuk menghadapi nama nama besar di divisi ini semakin terbuka.

ini adalah cerita seorang petinju yang jatuh, di ragukan lalu bangkit dan membuktikan diri dan Munguia melakukan nya di tempat yang sama di mana dia pernah kehilangan semua.

Ke depan tantangan tentu tidak akan lebih mudah, sebalik nya tekanan akan semakin besar setiap lawan akan datang dengan motivasi untuk merebut gelar nya namun jika melihat penampilan nya kali ini Munguia tanpak nya sudah berada di jalur yang tepat untuk menghadapi semua itu.

Oscar Duarte vs Anfel Fierro.

Fierro datang dengan situasi yang kurang ideal, dia gagal memenuhi batas berat badan dan harus membayar denda besar sebelum naik ring, secara mental dan fisik itu jelas bukan posisi terbaik tapi dari sinilah cerita mulai berkembang.

Empat ronde pertama bisa di bilang milik Duarte, dia mengatur lebih akurat dalam melepaskan pukulan dan tidak memberi banyak ruang bagi Fierro, sang underdog lebih banyak menunggu sambil sesekali melancarkan serangan balasan.

Tepat setelah bel ronde ke 4 berbunyi pukulan terlambat terjadi, dalam situasi yang serba cepat dan sedikit kacau Fierro dan wasit Mark Nelson sama-sama terjatuh ke kanvas, seketika arena gaduh penonton sempat bingung ini knockdown atau bukan.

Beberapa detik seperti jeda panjang semua mata tertuju ke tengah ring namun tak lama kemudian Nelson memastikan bahwa itu bukan knockdown resmi.

Ronde sudah berakhir dan kejadian itu di anggap sebagai insiden tak di sengaja, meski tidak memengaruhi skor momen tersebut langsung jadi bahan perbincangan.

Ronde ke 5 masih di kuasai Duarte tapi tanda tanda kebangkitan Fierro mulai terlihat, dia mulai lebih berani masuk tidak lagi terlalu canggung.

Lalu di ronde ke 6 pukulan keras dari Fierro sempat membuat Duarte tersentak tidak sampai jatuh tapi cukup untuk mengubah suasana.

Masuk ronde ke 7 tens meradang, kedua petinju terlibat pertukaran pukulan yang brutal bahkan Duarte mengalami pendarahan di bagian telinga tanda bahwa tekanan dari Fierro ancaman serius.

Masuk dua ronde terakhir situasi nya tidak jelas, kalau melihat awal laga Duarte unggul tapi kalau melihat momentum Fierro yang memegang kendali ini yang bikin penonton terus tegang tidak ada yang yakin siapa yang akan menang.

Kedua nya tidak mengendur, setiap pukulan penting dan bisa jadi penentu, saat bel terakhir berbunyi reaksi penonton pun campur aduk, ada yang merasa Duarte masih cukup unggul karena awal yang kuat yang lain yakin Fierro mencuri kemenangan berkat penampilan liar di paruh akhir.

Hasil akhir nya dua juri memberi kemenangan untuk Duarte dengan skor 116-112 dan 115-113 satu juri lain nya melihat Fierro sebagai pemenang dengan 116-112.

Jorge Chavez vs Jose Tito Sanchez.

Pertarungan sesama tak terkalahkan perebutan gelar WBA Continental kelas super bantamweight antara Jorge Chavez dan Jose Tito Sanchez menyajikan drama yang berubah drastis dari duel teknis menjadi perang terbuka yang brutal.

Laga 10 ronde ini seperti dua cerita dalam satu ring awal yang bagus dan terukur lalu berujung chaos penuh ketegangan.

Sejak ronde pertama Chavez menunjukkan identitas nya sebagai petinju dengan disiplin tinggi, guard rapat dan pemilihan pukulan yang efisien membuat Sanchez kesulitan menemukan target.

Sanchez memang terlihat lebih aktif terus mengejar ke tengah ring tapi serangan nya belum punya dampak berarti, Chavez mengambil ronde pembuka dengan kontrol penuh.

Momentum itu berlanjut ke ronde ke 5, Chavez membuka dengan dua uppercut telak tapi malah kembali ke gaya luar yang aman, ini menguntungkan Sanchez tak lama duel berubah jadi pertukaran pukulan jarak dekat.

Tanpa jab yang aktif dari Chavez pertarungan jadi lebih seimbang cenderung mengarah ke Sanchez karena agresivitas nya, ronde ini tipis tapi tekanan Sanchez lebih di atas.

Ronde ke 6 Sanchez maju tanpa henti menyerang ke tubuh secara bertahap, dia tidak memberi Chavez untuk mengatur ulang strategi seakan meninggalkan keunggulan teknis nya sekali lagi ronde jatuh ke tangan Sanchez.

Ronde ke 9 Chavez terjebak dalam pertarungan liar, tidak ada lagi jab atau footwork hanya saling melepaskan hook tanpa banyak perhitungan seperti perkelahian jalanan di tengah ring.

Kedua petinju menggigit mouthguard dan bertukar pukulan tanpa mundur, puncak nya terjadi di ronde ke 10 Chavez akhir nya jatuh tidak hanya sekali tapi dua kali akhir nya wasit menghentikan pertarungan dan Sanchez di nyatakan menang TKO.

Pertarungan ini akan di ingat sebagai contoh bagaimana momentum bisa berubah total, dominasi teknis ke perang fisik dari kontrol ke kekacauan dan unggul di poin menjadi kalah lewat TKO.

Sanchez keluar sebagai pemenang bukan hanya karena pukulan nyatapi karena kemauan nya untuk terus maju saat keadaan tidak berpihak.

#Davidbenavdez #Zurdoramirez #Jaimemunguia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top