Akhir pekan Cinco de Mayo selalu menjadi panggung besar terutama bagi para petarung asal Meksiko, tahun ini tertuju pada David Benavidez melawan Gilberto Zurdo Ramirez, pertarungan ini tidak hanya perebutan gelar WBA super dan WBO kelas penjelajah tetapi juga pertaruhan status dan masa depan di peta elite tinju dunia.
Legenda hidup tinju Meksiko Julio Cesar Chavez senior memberikan analisis tajam sekaligus peringatan serius kepada Benavidez, menurutnya banyak pihak yang meremehkan peluang Zurdo Ramirez itu bisa menjadi kesalahan besar.
Dari gaya bertarung duel ini menghadirkan perbedaan yang cukup mencolok, Benavidez di kenal sebagai petarung dengan volume pukulan tinggi menekan lawan dengan kombinasi cepat memaksa mereka bertahan sepanjang ronde, aktivitas nya di atas ring menjadi salah satu senjata utama yang membuatnya sulit di hadapi.
Namun Chavez bilang ada kelemahan yang sering tidak di sadari banyak orang.
“Benavidez melempar banyak pukulan tapi tidak semua nya memiliki kekuatan penuh sementara Zurdo punya power besar dan timing yang berbahaya,”
Zurdo Ramirez sendiri adalah tipe petarung yang tidak perlu melempar banyak pukulan untuk menciptakan dampak cukup satu pukulan berat pertarungan bisa berakhir seketika.
Salah satu isu terbesar dalam pertarungan ini adalah keputusan Benavidez untuk naik kelas hingga sekitar 25 pon, perubahan berat badan sebesar itu bukan hal enteng, Chavez Sr bahkan membandingkan nya dengan pengalaman nya sendiri saat menghadapi Oscar De La Hoya.
Saat itu perbedaan hanya sekitar 7 pon namun dampak nya sudah signifikan dari segi kekuatan dan fisik dia mengakui bahwa menghadapi petarung yang secara alami lebih besar memberikan tekanan bahkan sejak kontak pertama.
“Saat saya melawan Oscar De La Hoya hanya selisih 7 pon, tapi dia masih muda dan saya hanya 141 pon itu berat tertinggi saya, sejak dorongan pertama saya merasakan perbedaan kekuatan sebagai welterweight, itulah perbedaan terbesar, kecepatan, kekuatan semua nya ada, tapi dia akan merasakan nya di malam pertarungan, itu yang akan di hadapi Benavidez, petarung yang lebih tinggi panjang seperti Oscar saat itu akan menjadi kejutan bagi Benavidez melawan Zurdo.”
Jika 7 pon saja sudah terasa maka 25 pon jelas berpotensi menjadi faktor penentu, Benavidez tidak hanya menghadapi lawan yang lebih besar tetapi juga memiliki jangkauan lebih panjang secara alami lebih kuat di kelas tersebut dan Zurdo Ramirez berada pada posisi yang jauh lebih pas secara fisik.
Baca juga:
Banyak prediksi awal mengunggulkan Benavidez terutama karena reputasi dan momentum nya yang sedang tinggi tapi Chavez Sr melihat potensi kejutan besar.
Alasan nya Zurdo memiliki pukulan keras yang terbukti efektif bahkan di kelas yang lebih berat, gaya agresif Benavidez bisa menjadi senjata makan tuan jika Zurdo mampu membaca serangan nya.
Ketahanan dagu, Zurdo ini memiliki daya tahan pukulan yang baik membuat nya sulit di jatuhkan dan tentu pengalaman di kelas atas.
Berbeda dengan Benavidez yang baru naik Zurdo sudah terbiasa menghadapi lawan dengan ukuran besar, Chavez Sr menekankan bahwa jika Zurdo datang dalam kondisi prima dan disiplin terhadap strategi nya maka banyak orang akan terkejut dengan hasil akhir nya.
Gambaran pertarungan ada dua kemungkinan besar yang bisa terjadi:
1. Dominasi Volume Benavidez.
Jika Benavidez mampu mempertahankan kecepatan dan stamina meski naik kelas, ia bisa enekan Zurdo sejak awal, memenangkan ronde demi ronde lewat aktivitas mungkin bisa memaksa wasit menghentikan pertarungan namun ini membutuhkan kondisi fisik yang wajib optimal.
2. Satu pukulan penentu dari Zurdo.
Sebalik nya jika Zurdo berhasil membaca pola serangan Benavidez, menemukan timing yang tepat maka KO bisa terjadi seperti yang di ungkapkan dalam analisis tersebut cukup satu pukulan.
Yang masih menjadi pertanyaan di sini, naik kelas tidak hanya berat badan saja dampak nya bisa menyentuh berbagai aspek performa, apakah kecepatan nya tetap sama atau daya tahan pukulan nya berkurang dan stamina tetap kuat untuk menjaga tekanan tinggi?
Dalam banyak kasus petinju yang baru naik kelas kehilangan keunggulan utama nya, jika salah satu dari itu menurun efektivitas nya bisa ikut terpengaruh.
Tetapi tidak semua analis sepakat dengan prediksi Chavez Sr, sebagian tetap memilih Benavidez karena rekor tak terkalahkan, momentum karir yang kuat namun ada juga yang mulai mempertimbangkan peluang Zurdo terutama setelah melihat faktor fisik dan kekuatan pukulan.
Beberapa bahkan menyebut bahwa jika terjadi KO kemungkinan besar datang dari Zurdo bukan Benavidez.
Jika melihat situasi Benavidez jelas memiliki lebih banyak yang di pertaruhkan salah satu nya status sebagai superstar, posisi dalam ranking pound-for-pound dan kredibilitas saat naik kelas
Meskipun banyak analisis telah di sampaikan pertarungan ini sangat sulit di prediksi, Chavez Sr sendiri bahkan tidak memberikan pilihan mutlak itu menunjukkan betapa ketat nya duel ini.
Namun penulis punya prediksi sendiri, Zurdo akan menang angka, ini sudah terbukti dia tidak memburu KO dari 4 pertarungan terakhir nya melawan Joe smith, Goulamirian, Billam smith dan Dorticos, dia hanya kalah sekali lewat angka dari Dmitry Bivol sang teknisi ulung dari rusia.
Kekalahan itu menjadi pelajaran bagi nya bahwa untuk menang tidak harus main otot saja tapi juga otak, strategi ini yang pasti dia pakai untuk melawan David Benavidez.
Apa prediksi kalian semua??
Baca juga:
#Juliocesarchavez #Davidbenavidez #Gilbertoramirez









