Suasana Atlas Beach Club Bali tanggal 28 Maret kemarin beda dari biasa nya, tidak cuma musik dan pantai yang jadi sorotan tapi juga ring tinju yang jadi saksi lahir nya juara baru dari Indonesia.
Rabowo Surya sukses mencuri perhatian setelah tampil solid dan akhir nya membawa pulang sabuk WBC Asia Silver kelas cruiser melawan petinju thailand Aniwat ngonsai.
Buat yang belum terlalu familiar Rabowo datang ke laga ini dengan rekor 6 kemenangan dan 1 kekalahan dengan 5 di antara nya lewat KO.
Aniwat Ngonsai sendiri petinju juga juara nasional di negara nya dengan pengalaman jauh lebih banyak, secara angka Aniwat memang terlihat lebih berpengalaman tapi di ring angka itu hanya catatan.
Dari awal ronde pertama Rabowo tidak gegabah, permainan nya tenang sesekali lepas pukulan buat ngetes reaksi lawan.
Aniwat sendiri mencoba main cepat tipikal petinju Thailand yang suka maju terus dan cari tekanan.
Baca juga:
Masuk ronde ke 2 ini yang membuat penonto bersorak, Rabowo mulai membaca pola serangan Aniwat, dengan timing yang pas Rabowo lepas serangan yang bikin Aniwat oelng dan akhir nya jatuh.
Setelah knockdown itu Rabowo tidak berubah jadi liar dia tahu kalau lawan nya masih berbahaya.
Jadi dia pilih main cerdas lewat counter attack, setiap Aniwat mencoba masuk Rabowo sudah siap dengan balasan dengan jarak di jaga dan ritme di kontrol.
Aniwat sebenar nya tidak menyerah, dia terus berusaha maju bahkan beberapa kali sempat menekan.
Tapi yang jadi masalah dia kesulitan mendekat karena selalu ada pukulan balasan dari Rabowo yang bikin dia mikir dua kali.
Baca juga:
Masuk ronde 5 sampai 7 pertandingan mulai berat sebelah bukan berarti Aniwat tak ada perlawanan tapi Rabowo lebih unggul dalam kontrol.
Sampai akhir nya laga berjalan penuh 8 ronde tak ada KO tambahan tapi semua yang nonton tahu siapa yang lebih dominan.
Saat hasil di umumkan Rabowo menang angka mutlak 80-71, 79-72, dan 79-72.
Kemenangan ini suatu kebanggaan bagi Rabowo karena dia menunjukkan kalau bukan hanya petinju lokal biasa, dia punya kualitas buat bersaing di level Asia bahkan mungkin lebih jauh lagi kalau terus berkembang.
Selain laga utama ada juga pertarungan lain yang cukup seru di bantam super, salah satu nya datang dari Nikhy Dura berusia 24 tahun juga layak di perhitungkan.
Nihky yang datang dengan rekor 5-0 dan 3 KO langsung ganas sejak awal, lawan nya Sujaritchon Surampai yang punya power dengan 7 KO dari 8 kemenangan namun di ring Nikhy terlihat lebih siap.
Belum juga ronde pertama habis Nikhy sudah menjatuhkan lawan nya dua kali, tekanan yang dia berikan tak bisa membuat Sujaritchon membalas dengan efektif.
Sampai akhir nya di menit 2:52 ronde pertama wasit memutuskan cukup TKO kemenangan buat Nikhy.
Dengan sabuk WBC Asia Silver kelas 122 pon di tangan nya dia punya posisi bagus buat naik ke level berikut nya.
Lalu ada juga Satria Sandika dari kelas bulu super menghadapi Naruekamol Sirasuradet dalam laga non gelar delapan ronde.
Dari awal Satria sudah terlihat lebih unggul, Power nya dan tekanan yang dia kasih bikin lawan kesulitan berkembang.
Masuk ronde kedua Satria akhir nya menuntaskan tugas nya, serangan yang terus menerus membuat lawan nya tak bisa lanjut wasit pun menghentikan pertandingan.
Setelah kemenangan ini satria sudah punya jadwal berikut nya.
Baca juga:
Dia akan bertarung lagi pada 4 Juli di Jakarta untuk memperebutkan sabuk WBC Asia Continental kelas 130 pon, ini menjadi kesempatan besar buat dia naik level dan ikut meramaikan persaingan.
Kalau di lihat secara keseluruhan event di Bali ini bisa di bilang sukses besar bukan cuma dari sisi hiburan tapi juga dari kualitas pertandingan, ada beberapa nama yang mulai muncul dan menunjukkan potensi.
Rabowo jelas jadi sorotan utam tapi Nikhy dan Satria juga patut di acungi jempol.
Mereka semua menunjukkan bahwa tinju Indonesia lagi punya generasi yang menarik untuk di ikuti.
Hanya saja apakah mereka bisa konsisten ke depan nya, karena di tinju satu kemenangan besar belum cukup, yang membuat petinju jadi besar adalah konsistensi, lawan yang makin berat dan kemampuan beradaptasi.
Rabowo sekarang sudah pegang sabuk, dia bukan lagi pemburu tapi sedang di buru oleh lawan lain.
Semua petinju di kelas ini pasti akan mengincar, dia wajib waspada karena semua petinju tidak bisa melewati nya dengan mulus.
Tapi kalau melihat performa nya kemarin ada alasan buat optimis, dia tampil tenang punya strategi yang jelas, tinggal bagaimana dia terus berkembang terutama kalau nanti menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.
Untuk Nikhy jalur nya juga oke, rekor power ada dan mental bertanding terlihat kuat.
Jika dia terus di jaga dan di pilihkan lawan mungkin dia bisa tembus level yang lebih besar.
Sementara Satria laga bulan Juli nanti bakal jadi ujian paling nyata, perebutan sabuk ini membawa beban, di situ akan kelihatan apakah dia siap atau masih butuh waktu.
Dengan promosi yang tepat dan matchmaking yang cerdas mungkin dalam beberapa tahun ke depan nama nama ini bisa muncul di panggung yang lebih besar.
Mari kita pantau bersama, semoga tinju di indonesia semakin ramai seperti di era ellyas pical.
#Rabowosurya #Aniwatngonsai #Tinjuindonesia









